Breaking News
Memuat breaking news...

Pasca Hujan Es Di Dairi, Puluhan Ha Tanaman Padi Gagal Panen

Redaksi
Redaksi
Selasa, 3 Oktober 2023 - 7.29 AM WIB
Pasca Hujan Es Di Dairi, Puluhan Ha Tanaman Padi Gagal Panen
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIDIKALANG (Waspada): Angin puting beliung disertai hujan es batu yang menghantam desa Bangun I dan Bangun Induk Kecamatan Parbuluan Dairi, Minggu (1/10) sore mengakibatkan puluhan hektar tanaman padi yang sudah menguning gagal panen total.

Kepala Desa Bangun I, Arles Pakpahan kepada Waspada, Senin (2/10) menjelaskan, selain merusak 70 rumah diantaranya 5 unit rusak berat dan tidak dapat ditempati keluarga pemilik rumah juga cukup luas tanaman hortikultura dan palawija mengalami kerusakan.

Bencana alam angin puting beliung disertai hujan es batu sebesar guli sangat dahsyat. Diperkirakan mencapai 20 hektar tanaman padi di dua desa tersebut gagal panen. Sebab butiran padi yang akan hendak di panen gugur dan jatuh ke tanah.

Selain itu, tanaman hortikultura dan palawija seperti tomat dan cabai sangat luas mengalami kerusakan. "Memang 20 tahun silam pernah terjadi bencana yang sama. Namun yang terparah baru kali ini. Kita sangat prihatin melihat petani padi yang gagal panen," sebut kepala desa.

Salah seorang warga yang mengalami musibah,Tulus Tarihoran, 35, menjelaskan saat kejadian mereka berlindung ke bawah meja. Sebab sebahagian atap seng rumahnya sampai ditembus hujan es batu, bahkan ada sampai ukuran sebesar kemiri. "Atap seng rumah kita 60 persen rusak," sebutnya.

Di tempat terpisah, Camat Parbuluan,Sahat Maruli Tua Sinaga, kepada Waspada melalui WhatsApp mengatakan, akibat bencana itu, sebanyak 70 unit rumah rusak, 5 diantaranya rusak parah. Kerugian diperkirakan melebihi Rp 500 juta karena tanaman padi yang sudah menguning cukup luas gagal panen total.(a24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement