Breaking News
Memuat breaking news...

Paviliun Tebingtinggi Kenalkan Pupuk Organik Eco Enzim Berbahan Limbah Sayur Dan Buah

Redaksi
Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 - 12.35 PM WIB
Paviliun Tebingtinggi Kenalkan Pupuk Organik Eco Enzim Berbahan Limbah Sayur Dan Buah
Petugas Stan Paviliun Kota Tebingtinggi, Vera Manurung dan Ino Censius Jewri Bobi Sipayung, memperkenalkan pupuk organik cair Eco Enzim berbahan limbah sayur dan buah kepada pengunjung PRSU 2026 di Medan. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Paviliun Kota Tebingtinggi pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 memperkenalkan pupuk organik cair Eco Enzim berbahan limbah sayur dan buah sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mudah dibuat, murah, dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman.

Produk yang dipamerkan dalam kemasan botol plastik berukuran 330 mililiter itu merupakan hasil inovasi Dinas Pertanian Kota Tebingtinggi. Meski hanya diletakkan berjejer di lantai paviliun, cairan berwarna kecokelatan tersebut justru menarik perhatian para pengunjung yang penasaran dengan manfaatnya.

Petugas stan Paviliun Tebingtinggi, Vera Manurung dan Ino Censius Jewri Bobi Sipayung, menjelaskan bahwa Eco Enzim bukan untuk diperjualbelikan, melainkan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat.

"Memang sengaja diletakkan di lantai karena ini pupuk cair untuk tanaman agar tidak tercampur dengan produk lain hasil Dinas Pertanian. Produk ini tidak dijual, tetapi dipromosikan kepada masyarakat melalui PRSU. Bagi yang ingin mendapatkannya dapat menghubungi Dinas Pertanian Kota Tebingtinggi," ujar Jewri Bobi Sipayung.

Ia menjelaskan, pupuk cair Eco Enzim dibuat melalui proses fermentasi limbah organik berupa sayur-sayuran dan buah-buahan yang dicampur dengan gula merah dan air. Proses fermentasi berlangsung selama sekitar tiga bulan atau 90 hari hingga menghasilkan cairan yang siap digunakan sebagai pupuk organik.

Menurutnya, pupuk tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman dan diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya petani, dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah organik yang selama ini terbuang. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement