Breaking News
Memuat breaking news...

PBB Kecam Israel

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 8.59 PM WIB
PBB Kecam Israel
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan perintah Israel agar 1,1 juta warga Palestina di Gaza segera dievakuasi melanggar aturan perang dan prinsip dasar kemanusiaan.

"Memaksa warga sipil yang ketakutan dan trauma, termasuk perempuan dan anak-anak, untuk berpindah dari satu daerah padat penduduk ke daerah lain, bahkan tanpa jeda dalam pertempuran dan tanpa dukungan kemanusiaan adalah hal yang berbahaya dan keterlaluan," kata Kepala Bantuan PBB Martin Griffiths, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (14/10).

Ia menegaskan bahwa tanpa perjalanan yang aman dan akses terhadap layanan dasar, perpindahan massal warga sipil akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang sangat besar dan implikasi jangka panjang.

"Gaza berada di bawah pemboman hebat. Jalan dan rumah menjadi puing-puing. Tidak ada tempat yang aman untuk dituju," kata Griffiths.

Sementara itu, perintah evakuasi militer Israel dalam 24 jam sejak Jumat (13/10), membuat warga Palestina di Gaza panik dan ketakutan.
Beberapa jam setelah diultimatum Israel, sebagian warga di Gaza mengemasi barang apa pun yang mereka bisa bawa, untuk mengungsi ke arah selatan dengan mobil, van, dan kendaraan lain yang tersedia.
Di wilayah lainnya jalanan tampak kosong karena warga memilih tetap berada di dalam rumah sambil memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya sesuai perintah evakuasi Israel.

"Banyak yang bertanya, apakah ini benar, mimpi buruk atau apa," kata Safwat al-Kahlout dari Al Jazeera.
Dia mengatakan, "Sampai saat ini orang-orang percaya ini adalah semacam perang psikologis, mereka tidak mau mempercayainya."(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement