Breaking News
Memuat breaking news...

Pembangunan Kota Jangan Menurunkan Kualitas Lingkungan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 13 Januari 2023 - 4.40 PM WIB
Pembangunan Kota Jangan Menurunkan Kualitas Lingkungan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Pembangunan kota yang massif saat ini terjadi di Kota Medan menimbulkan berbagai masalah di masyarakat. Mulai pencemaran udara, tumpukan tanah, dan juga material bangunan yang menimbulkan kemacetan.

Pengamat Lingkungan Kota Medan Jaya Arjuna mengatakan munculnya masalah lingkungan akibat pembangunan di kota ini sebutnya dikarenakan pemerintah tidak menetapkan Standard Operating Procedure (SOP).

"Saat ini pemerintah dalam membangun apapun tidak menetapkan SOP nya. Salah satu SOP yang harus ditetapkan adalah jangan menurunkan kualitas lingkungan, jangan membuat rakyat sengsara, menderita, itu sudah ada aturannya. Misalnya mengorek parit bagaimana supaya tidak banjir, bagaimana supaya jalanan tidak macet. Nah itu yang tidak dilakukan Pemerintah. Pembangunan dilakukan sesuka-suka saja," kata Arjuna.

Sehingga sebutnya, SOP pada suatu pembangunan di kota itu harus ada. Misalnya, dalam melakukan pembangunan angkutan berat jangan ada setiap hari karena akan menimbulkan kemacetan dan sebelumnya juga harus ada pengalihan jalan, itu yang harus ditegakkan dulu supaya masyarakat tidak dirugikan.

Terkait apakah udara dan lingkungan saat ini masih dalam kategori sehat? Arjuna mengaku saat ini perlu bersyukur karena saat ini cuaca banyak turun hujan kan udara tidak begitu tercemar tapi kalau tidak hujan, inilah teganya yang menjadi masalah.

"Pembangunan kota yqng akan datang bangun SOP agar apapun dilakukan tidak mengganggu masyarakat," tandasnya.(Cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement