Breaking News
Memuat breaking news...

Pembukaan Festival GAYAIN Aceh Meriah, Wali Kota Illiza: Wadah Pelestarian Budaya

Redaksi
Redaksi
Selasa, 25 November 2025 - 2.49 PM WIB
Pembukaan Festival GAYAIN Aceh Meriah, Wali Kota Illiza: Wadah Pelestarian Budaya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): Hajatan akbar Festival Gerakan Kebudayaan Indonesia (Gayain) 2025 berlangsung meriah.Sorotan lampu dan gemerlap malam menambah kesan indah di setiap sudut Lapangan Blang Padang, Senin, (24/11) malam.

Gelaran yang bertujuan melestarikan kebudayaan Aceh tersebut di awali dengan tarian kolosal sejumlah SD/SMP se- Kota Banda Aceh yang telah dibina lewat program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah hadir dalam balutan pakaian adat Aceh, begitu juga dengan tamu kehormatan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga mengenakan pakaian khas tanah rencong.

Tarian kolosal yang dibawakan puluhan pelajar SD/SMP se-Banda Aceh yang telah dibina lewat program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Waspada.id/Ist

Turut hadir juga sejumlah pejabat kementrian kebudayaan, Forkopimda Aceh, Forkopimda Kota Banda Aceh, Sekda Kota Banda Aceh, tokoh Adat, tokoh agama, budayawan, seniman, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya Wali Kota Illiza menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan karena Banda Aceh dipercaya menjadi tuan rumah GAYAIN, Gerakan Kebudayaan Indonesia 2025.

“Kepercayaan ini adalah kehormatan besar, bukan hanya bagi Pemerintah Kota Banda Aceh tapi seliuruh masyarakat Aceh.Penunjukkan ini bukan sekadar agenda, tetapi pengakuan nasional bahwa Aceh adalah daerah yang kuat dalam budaya, kokoh dalam identitas, dan kaya dalam sejarah,” kata Illiza.

Illiza juga mengatakan festival GAYAIN ini hadir sebagai wadah pelestarian budaya, menghidupkan kembali tradisi seperti Doda Idi, syair, tari, musik etnik, dan berbagai seni lisan yang menjadi warisan leluhur kita. Ini bukan hanya tentang festival.

“Saya bangga sekali karena GAYAIN juga menghadirkan ruang besar bagi generasi muda Aceh.Mereka tampil bukan sekadar unjuk karya, tetapi membawa energi baru yang membuat budaya Aceh tetap relevan untuk masa depan,” kata Illiza. (id65)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement