Breaking News
Memuat breaking news...

Pemkab Aceh Besar Gelar FGD Finalisasi Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029

Redaksi
Redaksi
Rabu, 8 Oktober 2025 - 2.46 PM WIB
Pemkab Aceh Besar Gelar FGD Finalisasi Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KOTA JANTHO (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan rapat teknis penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025–2029, di Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh para kepala OPD, unsur TNI-Polri, akademisi, lembaga kebencanaan, serta perwakilan masyarakat tersebut sekaligus menjadi forum diskusi publik dan lokakarya akhir dalam proses penyusunan RPB yang telah dilaksanakan selama tiga bulan terakhir.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi menegaskan, pentingnya penyusunan RPB sebagai pedoman strategis dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Aceh Besar.

Sekdakab Aceh Besar Bahrul Jamil S.Sos M.Si pimpin Diskusi Publik Lokakarya Akhir Rencana Penanggulangan Bencana di Ruang Rapat Lt 3 Kantor Bupati, Kota Jantho, Aceh Besar, Rabu (8/10). Waspada.id/Ist

“RPB ini menjadi sangat penting agar kita memiliki arah dan panduan yang jelas dalam penanggulangan bencana. Melalui forum ini, kita menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor,” ujar Bahrul Jamil yang akrab disapa BJ.

Menurutnya, penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, baik instansi, lembaga, maupun masyarakat.

“Dalam penanggulangan bencana maupun tahap perencanaannya, diperlukan kerja sama dan komitmen dari semua pihak. Tanpa sinergi, upaya kita akan sulit optimal,” sebut BJ.

Sementara itu, Ketua Tim Leader Penyusunan Rencana Mitigasi Bencana, Ismiatul Ramadhian Nur ST MSi, dalam paparannya menyampaikan bahwa proses penyusunan RPB Aceh Besar telah berlangsung selama tiga bulan dan ditargetkan rampung pada November 2025 mendatang.

“Rencana penanggulangan bencana ini disusun berdasarkan analisis potensi risiko bencana yang ada di Aceh Besar. Dari hasil kajian, potensi titik gempa di wilayah Aceh Besar cukup besar, sehingga perlu perencanaan yang matang dan responsif,” ungkap Ismiatul.

Ia menuturkan, dokumen RPB tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi Pemkab Aceh Besar dalam melakukan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, penanggulangan, hingga rehabilitasi pascabencana secara terpadu.

Pemkab Aceh Besar berharap, dengan adanya dokumen RPB tersebut, ketahanan daerah terhadap ancaman bencana dapat semakin kuat dan terencana. (id65)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement