Breaking News
Memuat breaking news...

Pemkab Samosir Kejar Target Makanan Bergizi Gratis, Bentuk Satgas Percepatan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 2 Oktober 2025 - 9.21 AM WIB
Pemkab Samosir Kejar Target Makanan Bergizi Gratis, Bentuk Satgas Percepatan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SAMOSIR (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir terus berupaya mempercepat program makanan bergizi gratis (MBG) dengan membentuk satuan tugas (Satgas) percepatan. Hal ini ditandai dengan penetapan SK Bupati Samosir Nomor 263 Tahun 2025.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, selaku Ketua Satgas, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mencapai target.

"Program Presiden dalam pemenuhan gizi harus kita dukung. Kita kejar target untuk pemenuhan makanan bergizi," ujar Ariston saat rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu (1/10).

Ariston menambahkan, pihaknya akan memberikan pendampingan optimal kepada mitra kerja yang telah mengajukan permohonan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera beroperasi. Saat ini, sudah ada enam mitra kerja yang terverifikasi BGN, sementara kebutuhan mencapai 14 titik.

Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Samosir, Sarmarina Sitanggang, menjelaskan bahwa sasaran MBG meliputi peserta didik dan non didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pendaftaran calon mitra kerja dilakukan melalui portal mitra.bgn.go.id dengan legalitas yang sah.

Sarmarina juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan SPPG di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar) melalui Satgas Pemkab Samosir. Terdapat 29 titik potensi SPPG 3T dari 8 kecamatan.

"Untuk percepatannya agar Satgas membuat surat permohonan ke BGN Pusat," pungkas Sarmarina.(id53)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement