Breaking News
Memuat breaking news...

Pemkab Samosir Peringati Hari Ulos Nasional, Ronal: Mempertahankan Budaya Batak

Redaksi
Redaksi
Jumat, 24 Oktober 2025 - 8.59 PM WIB
Pemkab Samosir Peringati Hari Ulos Nasional, Ronal: Mempertahankan Budaya Batak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SAMOSIR (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga menggelar Perayaan Hari Ulos Nasional. Acara dikemas dalam semarak peradaban Batak dengan gelaran lomba musik dan tari kreasi tradisional tingkat SD dan SMP antar kecamatan se-Kabupaten Samosir.

Kegiatan ini diikuti 360 peserta yang terdiri dari 9 kontingen tingkat SD dan 9 kontingen SMP mewakili kecamatan masing-masing. Acara yang bertajuk “Merayakan Warisan, Menyatukan Generasi” dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk di Water Front Pangururan, Jumat (24/10).

Ragam bakat dan kebolehan memainkan musik dan tarian yang dipertunjukkan peserta menjadi tontonan yang menarik bagi ribuan pengunjung yang hadir. Para peserta menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Batak melalui harmoni musik gondang, gerak tari kreasi, dan ragam ulos yang melekat ditubuh.

Acara turut dihadiri, SAB Rudi SM. Siahaan, dan beberapa pimpinan OPD lainnya, Ketua TP. PKK Ny. Kennauli A. Sidauruk, Ketua LAB Pantas M. Sinaga, serta jajaran MKKS dan K3S Kabupaten Samosir.

Wabup Ariston menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dan dorongan bagi generasi muda untuk terus mencintai budaya Batak.

“Kita ingin anak-anak SD dan SMP tetap mencintai budaya warisan leluhur. Walau merantau, jangan pernah lupa akan asal dan identitas sebagai orang Batak dari Samosir, titik nol peradaban Batak dan daerah pariwisata,” ujar Ariston.

Ia menambahkan, ulos bukan sekadar kain, melainkan simbol kehangatan dan kasih sayang yang diwariskan dari leluhur.

“Budaya adalah keindahan yang dipertontonkan dengan seni dan perasaan. Saya mendukung penuh kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan terhadap seni dan budaya Batak,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Samosir, Ronal Sinaga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara kepala sekolah melalui forum MKKS dan K3S sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya.

“Samosir memiliki 195 sekolah dasar dan 34 SMP di 9 kecamatan. Masing-masing kecamatan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba ini. Ini adalah bentuk kerja keras mempertahankan identitas budaya Batak ditengah perkembangan teknologi yang semakin maju,” ungkap Ronal.

Ketua panitia, Eybarda Simbolon, menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kemampuan musik dan tari tradisional sekaligus memperingati
Hari Ulos Nasional.

“Ada sembilan tim SMP yang tampil, masing-masing beranggotakan 20 orang, total sekitar 360 peserta. Kegiatan ini bagian dari program tahunan Disdikpora untuk memperkuat pemahaman seni dan musik tradisional di sekolah,” jelasnya.(id53)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement