Breaking News
Memuat breaking news...

Penarikan Obat Sirup Dari Pasaran Oleh BPOM Undang Pertanyaan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 8 November 2022 - 3.34 PM WIB
Penarikan Obat Sirup Dari Pasaran Oleh BPOM Undang Pertanyaan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam penarikan obat sirup terkait kasus gagal ginjal pada anak. Pasalnya langkah penarikan obat sirup dari pasaran itu mengundang pertanyaan.
 
"Keputusan ini menimbulkan tanya. Sebab, seluruh obat yang ditarik itu memiliki izin edar dari BPOM. Termasuk, obat yang diduga mengandung Etilena Glikol (EG) dan Dietilena Glikol (DEG)," ujar LaNyalla, dalam siaran persnya yang diterima, di Jakarta, Selasa (8/11/2022).
 
LaNyalla menilai, dengan keluarnya izin edar, BPOM seharusnya telah menjamin keamanan obat-obat sirup yang beredar di pasar.
 
"Makanya menjadi sebuah ironi jika BPOM kemudian menarik obat-obatan sirup yang awalnya telah mereka beri izin edar. Artinya, BPOM tidak bisa lepas tangan terhadap kondisi yang terjadi saat ini," ujarnya.
 
LaNyalla pun meminta BPOM secepatnya memeriksa kandungan pelarut pada semua jenis Vaksin Imunisasi yang diberikan kepada bayi dan anak-anak, karena ada testimoni orang tua korban, bahwa anaknya tidak pernah minum obat sirop tetapi terpapar gagal ginjal akut dan meninggal.   
 
Ketua DPD berharap BPOM memberikan keterangan kepada publik mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi.
 
LaNyalla meminta BPOM juga jangan saling lempar ke Kementerian Perdagangan soal impor bahan baku EG dan DEG, karena regulasi yang tidak diatur BPOM untuk masuk dalam kategori bahan baku obat.


Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk mencabut izin edar tiga industri farmasi yang dalam kegiatan produksinya menggunakan bahan baku pelarut Propilen Glikol dan produk jadi mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) melebihi ambang batas aman. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement