Breaking News
Memuat breaking news...

Penerbangan Timur Tengah Ditutup, Jemaah Umrah Indonesia di Madinah Tunggu Kepastian Kepulangan

Redaksi
Redaksi
Minggu, 1 Maret 2026 - 1.16 AM WIB
Penerbangan Timur Tengah Ditutup, Jemaah Umrah Indonesia di Madinah Tunggu Kepastian Kepulangan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MADINAH (Waspada.id): Sejumlah jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi masih menunggu kepastian jadwal kepulangan setelah sejumlah maskapai menghentikan sementara penerbangan menyusul serangan militer Amerika Serikat ke Iran.

Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah membuat maskapai internasional membatalkan atau menunda jadwal penerbangan. Maskapai seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad Airways, serta Turkish Airlines dilaporkan membatalkan sejumlah penerbangan menuju dan dari kawasan Timur Tengah, termasuk rute Jeddah dan Doha.

Salah satu jemaah umrah asal Indonesia, Natria Baskoro, 37, yang saat ini berada di Madinah, mengatakan dirinya belum memperoleh informasi lanjutan terkait jadwal kepulangan ke Tanah Air. Ia sedianya dijadwalkan kembali ke Indonesia esok hari (Minggu hari ini-red) menggunakan Qatar Airways dengan transit di Doha.

“Di sini Alhamdulillah aman, kondisi Madinah kondusif. Tapi saya seharusnya pulang besok, insya Allah. Sampai sekarang rombongan kami masih menunggu informasi lanjutan,” kata Natria saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (28/2/2026).

Menurut dia, meski situasi di Madinah relatif tenang, kabar mengenai eskalasi konflik di kawasan membuat sebagian jamaah merasa khawatir. “Semoga tidak berdampak langsung ke Tanah Suci. Semoga semuanya dilindungi Allah SWT,” ujarnya.

Penutupan wilayah udara terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi militer terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal oleh Teheran. Sejumlah negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab mengambil langkah antisipatif dengan membatasi atau menutup sementara ruang udaranya demi alasan keamanan penerbangan.

Langkah tersebut berdampak pada operasional maskapai berbasis di kawasan, termasuk penerbangan transit yang menjadi jalur utama jamaah umroh Indonesia menuju dan dari Arab Saudi. Doha dan Dubai selama ini menjadi hub penting penerbangan internasional dari Jeddah dan Madinah.

Hingga kini, otoritas penerbangan di kawasan masih melakukan evaluasi situasi keamanan sebelum membuka kembali wilayah udara secara penuh. Jamaah diimbau terus memantau informasi resmi dari maskapai maupun biro perjalanan masing-masing terkait penjadwalan ulang penerbangan.***

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement