Breaking News
Memuat breaking news...

Pengacara Rahmat Junaidi Laporkan Dugaan Penganiayaan Oknum TNI Ke Denpom I/5 Medan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 17 Juli 2024 - 4.10 PM WIB
Pengacara Rahmat Junaidi Laporkan Dugaan Penganiayaan Oknum TNI Ke Denpom I/5 Medan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Medan (Waspada): Rahmat Junaidi, S.H., seorang pengacara dan abang korban Afriza, secara resmi telah melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami adiknya ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan pada Senin, (15/07/2024). Laporan ini mencakup kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh oknum TNI terhadap Afriza.

Dalam laporan tersebut, Rahmat Junaidi mengungkapkan harapannya agar pelaku penganiayaan dipecat dari jabatannya sebagai anggota TNI. Menurutnya, adiknya diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi, bahkan seperti binatang. Rahmat menyatakan bahwa Afriza dipukul secara brutal oleh beberapa orang hingga mengalami luka serius.

"Di depan mata saya, adik saya tangannya diikat dan dipukul menggunakan balok," ujar Rahmat Junaidi dengan penuh emosi.

"Kejadian tersebut sangat memilukan dan tidak dapat diterima. Saya berharap Panglima Daerah Militer segera mengambil tindakan tegas dengan memecat oknum pelaku penganiayaan ini," ujarnya.

Rahmat Junaidi menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang dialami adiknya merupakan pelanggaran serius terhadap hukum dan hak asasi manusia. Ia mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas oleh pihak berwenang, khususnya oleh Denpom I/5 Medan.

"Saya berharap agar ada keadilan bagi adik saya dan bagi semua korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat. Tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan berlanjut dan pelakunya harus mendapatkan hukuman yang setimpal," tutup Rahmat Junaidi.

Kasus ini menarik perhatian publik, terutama karena melibatkan aparat militer yang seharusnya bertugas melindungi masyarakat. Masyarakat dan berbagai pihak kini menunggu tindakan tegas dari Denpom I/5 Medan dan pihak militer terkait untuk mengusut tuntas kasus ini dan menegakkan keadilan bagi korban. (cpb/rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement