Breaking News
Memuat breaking news...

Penjaga Kebun Di Silangkitang Diduga Tewas Dibunuh

Redaksi
Redaksi
Jumat, 13 Juni 2025 - 8.26 PM WIB
Penjaga Kebun Di Silangkitang Diduga Tewas Dibunuh
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SILANGKITANG (Waspada): Anto alias Tomo, 59, warga Dusun Pernantian, Desa Binanga Dua, Kec. Silangkitang, Kab. Labusel, yang sehari-hari dikenal sebagai penjaga kebun, ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit milik warga di dusun tersebut, Jumat (13/6) sore.

Warga menduga, pria paruh baya itu menjadi korban kejahatan, karena pada jasadnya ditemukan sejumlah luka.

Informasi dihimpun wartawan, mayat Anto ditemukan warga bersama pihak keluarga yang sudah dua hari melakukan pencarian sekira pukul 14.15 WIB. Jasad pria tersebut ditemukan di areal perkebunan milik warga dalam kondisi tertutupi tumpukan pelepah kelapa sawit.

Penemuan mayat tersebut pun dilaporkan ke aparat desa setempat yang diteruskan ke Polsek Silangkitang dan Polres Labusel. Beberapa saat kemudian pihak kepolisian pun tiba di lokasi utuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat.

“Tadi sekitar jam 2 ditemukan warga bersama pihak keluarga. Sudah dua hari beliau nggak pulang, sehingga usai Salat Jumat tadi, pihak keluarga melakukan pencarian bersama Kadus dan warga. Belum tahu pasti penyebab kematiannya, namun warga di sini menduga kalau melihat kondisinya ini korban kejahatan,” kata Suhendri, warga Silangkitang.

Hingga saat ini pihak kepolisian, baik dari Polsek Silangkitang maupun Polres Labusel belum memberikan keterangan resmi terkait penemuan mayat tersebut. (a23)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement