Breaking News
Memuat breaking news...

Penjual Takjil Tetap Ramai Meski Harga Minyak Goreng Mahal

Redaksi
Redaksi
Minggu, 3 April 2022 - 6.26 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Di tengah masih mahalnya harga minyak goreng yang kini  Rp 17.000 perkilogramnya, namun tidak menyurutkan para pedagang takjil musiman menggelar dagangannya. 

Seperti yang terpantau di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Jalan Denai, Jalan Profesor HM YAmin, Jalan Bromo, dan juga sejumlah jalan lainnya.

Rata-rata penjual mengaku meski harga minyak goreng mahal namun tidak menyurutkan niat untuk mencari rezeki di bulan Ramadhan ini.

Katanya, bulan berkah inilah kesempatan untuk bisa mencari tambahan untuk membeli kebutuhan hari Raya Idul Fitri mendatang.

Agar tidak merugi, mereka menaikkan harga takjil yang mereka jual dibandingkan harga biasanya. Seperti kue-kue kering dan basah yang biasa masih bisa diperoleh Rp 2000 untuk 3 kue, kini hanya memperoleh 1 kue saja.

"Kita naikkan sedikit saja, biasa untuk kue-kue itu Rp 2000 bisa dapat 3, tapi sekarang tidak dapat lagi, satu kue kita buat Rp 2000 meski ada juga yang satunya seharga Rp 1000. Memang sulitla jika harga minyak goreng ini tidak turun-turun, saya harap kembali normal," ucap Nani sembari melayani pembeli takjil yang sudah ramai di gerainya sejak pukul 16.30 wib itu.

Minyak goreng merupakan salah satu bahan dasar dalam pembuatan takjil takjil nan lezat itu. Sehingga tidak heran masalah harga minyak goreng masih menjadi keluhan para pedagang takjil.

"Semua takjil yang saya jual ini menggunakan minyak goreng, jadi saya harap ini menjadi perhatian pemerintah la, biar kita rakyat kecil ini tidak menderita begini," ungkap Ika penjual Takjil lainnya.

Sementara itu pantauan di sejumlah jalan di Medan. Tampak pada awal Ramadhan ini banyak pedagang takjil musiman bahkan terbilang padat.  Adapun takjil yang tampak dijajakan berupa aneka jenis kue, mie, urap, anyang, kurma, aneka bubur,  aneka bukaan khas Ramadhan seperti Pakkat,  lemang,  toge penyabungan, dan aneka minuman segar. (cbud)

Teks foto

Di tengah masih mahalnya harga minyak goreng yang kini  Rp 17.000 perkilogramnya, namun tidak menyurutkan para pedagang takjil musiman menggelar dagangannya. Waspada/ist

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement