Breaking News
Memuat breaking news...

Penyebaran Nyamuk Wolbachia Belum Dilakukan Di Sumut

Redaksi
Redaksi
Rabu, 29 November 2023 - 11.47 AM WIB
Penyebaran Nyamuk Wolbachia Belum Dilakukan Di Sumut
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Pemerintah pusat belum melakukan penyebaran nyamuk Wolbachia di wilayah Provinsi Sumut. “Belum. Masih ujicoba di beberapa tempat. Di Sumut, belum,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes kepada wartawan, Rabu (29/11).

Menurutnya, penyebaran nyamuk Wolbachia masih terkonsentrasi di beberapa wilayah di Indonesia. “Sebagai pilot project, dilaksanakan di lima kota, yaitu Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang,” ungkapnya.

Seperti diketahui, program pemerintah terkait penyebaran nyamuk Wolbachia untuk penanganan demam berdarah dengue (DBD) sempat menjadi polemik dibeberapa daerah, dan membuat masyarakat khawatir akan dampaknya.

Wolbachia merupakan bakteri alami di serangga dan sekitar 6 dari 10 jenis serangga di dunia termasuk kupu-kupu, lalat buah dan lebah.

Penelitian di Yogyakarta yang dilakukan pada tahun 2012 di lima dusun yang meliputi area residensi dan area agrikultur di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa Wolbachia pipientis ditemukan pada 44.9% serangga seperti kupu-kupu, ngengat, nyamuk dan lalat.

Bakteri Wolbachia tidak menginfeksi manusia atau vertebrata yang lain dan tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit. Wolbachia merupakan endosimbion obligat, yang hanya bisa hidup di dalam sel organisme hidup lain.

Menurutnya, Wolbachia dalam tubuh nyamuk aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue, sehingga dapat mengurangi kapasitas nyamuk tersebut sebagai vektor dengue.

Mekanisme kerja yang utama adalah melalui kompetisi makanan antara virus dan bakteri, dengan sedikitnya makanan yang bisa menghidupi virus, maka virus tidak dapat berkembang biak. (Cbud)

Foto ilustrasi

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement