Breaking News
Memuat breaking news...

Perangi Bahaya Pornografi, Nani Ayum Sampaikan Gagasan 7 Poin

Redaksi
Redaksi
Selasa, 23 April 2024 - 11.17 AM WIB
Perangi Bahaya Pornografi, Nani Ayum Sampaikan Gagasan 7 Poin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Perangi bahaya pornografi, Wakil Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Kota Medan Hj. Nani Ayum (foto), Senin (22/4), mengakui sangat prihatin dengan kondisi saat ini, di mana 5.5 juta anak di Indonesia korban pornografi.

"Sangat khawatir kita dengan kondisi ini," kata Nani Ayum, yang juga pengurus MUI Sumut Komisi Sosial dan Bencana.

Dalam keterangannya, dia menyebutkan, adanya kemajuan teknologi yang tidak terbatas di era digital saat ini, berdampak menyebabkan anak-anak semakin mudah terpapar pornografi.

Akses mudah ke pornografi secara online akan menimbulkan potensi bahaya yang semakin meningkatkan kekhawatiran kita tentang kesehatan dan kesejahteraan anak-anak.

Kata dia, memerangi atau menangkal bahaya pornografi pada anak dan remaja bisa dilakukan yakni:

1.Menanamkan pendidikan agama, budi pekerti, dan nilai-nilai luhur sejak dini, termasuk anak masih dalam kandungan.

2.Menjalin komunikasi, serta memberikan perhatian dan kasih sayang yang intens terhadap tumbuh kembang dan lingkungan pergaulan anak.

3.Dampingi dan berikan pengertian tentang bagaimana menggunakan internet dengan sehat, baik dan aman.

4.Hindari dan atau kurangi aktivitas yang dapat memunculkan kecanduan pada anak seperti video game, browsing, dan sosial media.

5.Lakukan hal-hal baru yang positif seperti pengembangan hobi, ide, kreatifitas serta memberikan pendidikan seks yang baik dan sesuai dengan tumbuh kembang anak agar mereka dapat membedakan apa itu pornografi.

6.Memberitahu hati-hati dan waspada berteman, baik dengan orang dekat sendiri.

7.Mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk bersama mengurangi akses pornografi dan menindak tegas pelaku kriminal pornografi.

"Semua anak perlu dilindungi dan kita selaku orang dewasa sangat diharapkan memberi perhatian, guna mengurangi atau menghapuskan terjadinya anak sebagai korban pornografi," ungkap Nani Ayum.(m22)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement