Perguruan Tinggi Harus Semangat Buka PTM
JAKARTA (Waspada): Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif bagi dunia pendidikan tinggi akibat terlalu lamanya belajar daring. Jika terus menerus dibiarkan, maka potensi learning loss di dunia pendidikan tinggi tak terelakkan.
Learning loss yang dimaksud berimbas pada kualitas soft skill mahasiswa yang makin tidak terasah. Sebab, kompetensi sosial itu didapatkan dalam pembelajaran tatap muka di kampus.
Dampak negatif lainnya yaitu keberhasilan profil pelajar pancasila akan sulit diukur. Begitu pula gotong royong dan kebhinekaan akan terasa sulit kalau hanya mengandalkan belajar dari rumah semata.
Sementara itu, dari segi hard skills, di lingkungan Perguruan Tinggi terdapat berbagai fasilitas pembelajaran yang kolaboratif. Maka, hasil pembelajaran akan mudah tercapai jika mahasiswa belajar di kampus.
Dalam diskusi daring, Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan mengingatkan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi perguruan tinggi di DKI Jakarta membutuhkan kesadaran bersama untuk selalu mematuhi dan menjalankan Protokol Kesehatan secara ketat. Kesadaran kolektif harus melekat dalam diri warga kampus saat melakukan PTM terbatas.
Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang ditetapkan semenjak keputusan bersama 4 Menteri tanggal 30 Maret 2021 lalu, menjadi cikal bakal terbitnya surat edaran Plt. Dirjen Diktiristek, bahwa pembelajaran mulai semester gasal tahun akademik 2021/2022 diselenggarakan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.(J02)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda