Breaking News
Memuat breaking news...

Peringatan Harkitnas 2024 Di BRI Lubukpakam Berlangsung Hikmat

Redaksi
Redaksi
Senin, 20 Mei 2024 - 3.48 PM WIB
Peringatan Harkitnas 2024 Di BRI Lubukpakam Berlangsung Hikmat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DELISERDANG (Waspada): Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (BRI/Tbk) Branch Office Lubukpakam melaksanakan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 dengan hikmat, diikuti seluruh pekerja BRI Lubukpakam bersama perwakilan pemimpin unit kerja BRI Supervisi Lubukpakam, Senin (20/5) di halaman parkir BRI Lubukpakam.

Upacara dipimpin Branch Office Head BRI Lubukpakam, Muhammad Maltha Agustira, dengan komandan upacara, Harry Nyepi Anggara selaku Satpam BRI, dengan tema “Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas”.

Amanat Harkitnas oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, yang dibacakan M Maltha Agustira diantaranya mengatakan hari ini, berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa.

"Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini," katanya.

Dijelaskannya, teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara.

"Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa," katanya.

Untuk itu katanya, tidak mungkin lagi untuk berjalan lamban. "Karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045," jelasnya. (a16).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement