Breaking News
Memuat breaking news...

Pertemuan Penyair Nusantara XIII, Penyair Asia Tenggara Disambut dengan Tradisi Betawi “Uluk Sapun”

Redaksi
Redaksi
Senin, 8 September 2025 - 10.20 AM WIB
Pertemuan Penyair Nusantara XIII, Penyair Asia Tenggara Disambut dengan Tradisi Betawi “Uluk Sapun”
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id) : Para penyair Asia Tenggara yang hadir dalam Pertemuan Penyair Nusantara XIII (PPN XIII) akan disambut dengan penghormatan khas budaya Betawi melalui prosesi Uluk Sapun atau Nyapun. Istilah arkais Betawi ini berarti menyambut dan memberi salam dengan penuh sopan santun.

Menurut budayawan Betawi sekaligus penyair, Yahya Andi Saputra, masyarakat Betawi memiliki sejumlah tata cara penyambutan tamu yang bertujuan menghormati dan memuliakan, antara lain Buka Palang Pintu, Nyelèmpang Cukin, serta Uluk Sapun.

Dalam prosesi Uluk Sapun, seorang penyambut membacakan jampe—ungkapan berupa kata-kata atau kalimat yang dipercaya mendatangkan daya gaib berupa kenyamanan dan perlindungan. Isi jampe memuat doa sambutan kepada tamu, permohonan kelancaran kegiatan, serta perlindungan dari Yang Maha Kuasa bagi semua yang hadir. Karena jampe ini pada dasarnya adalah mantra, maka penyampaiannya dilakukan dengan cara enggeriyeng, yaitu dilagukan.

“Melalui tradisi Uluk Sapun, para penyair Nusantara dan Asia Tenggara disambut secara terhormat sesuai akar budaya Betawi, sekaligus memohon restu agar acara berlangsung khidmat dan lancar,” ujar Yahya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (7/9).

PPN XIII akan berlangsung di Jakarta pada 11–14 September 2025. Acara pembukaan digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), dengan rangkaian kegiatan lainnya di Perpustakaan Nasional RI, Taman Silang Monas, dan Badan Bahasa.(id87)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement