Pimpinan MPR RI Ziarah Kebangsaan Ke Makam Proklamator Muhammad HattaPimpinan MPR RI Ziarah Kebangsaan Ke Makam Proklamator Muhammad Hatta

JAKARTA (Waspada.id): Menjelang Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat ( ST MPR) RI, sekaligus Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Pimpinan MPR RI berziarah ke makam Proklamator Kemerdekaan RI Mohammad Hatta (Bung Hatta) di Taman Pemakamam Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama para Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Rusdi Kirana, dan Lestari Moerdijat didampingi Sekjen MPR RI Siti Fauziah dan jajaran Kesetjenan MPR melakukan ziarah ke makam Bung Hatta yang juga Wakil Presiden RI pertama.
Ziarah diisi pembacaan tahlil dan doa dilanjutkan menaburkan bunga di pusara Bung Hatta dan isterinya, almarhumah Siti Rahmiati Hatta yang makamnya bersebelahan dengan Bung Hatta.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan ziarah kebangsaan ke makam Bung merupakan momentum mengenang pemikiran Bung Hatta, terutama di bidang ekonomi hingga saat ini masih relevan dan menjadi warisan generasi penerusnya seperti keberadaan koperasi.
"Beliaulah yang merancang perekonomian kita. Pasal 33, Pasal 34 adalah bagian dari yang menjadi concern beliau. Beliaulah yang merancang perekonomian berdasarkan atas asas kekeluargaan yang kemudian berwujud koperasi, sehingga beliau disebut Bapak Koperasi Indonesia," ucap Muzani di kompleks makam Bung Hatta.
Bahkan, menurut Muzani, program Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto banyak mengadopsi pemikiran Bung Hatta di bidang ekonomi. Salah satunya tentang Koperasi Desa Merah Putih.
Muzani mengungkapkan Presiden Prabowo banyak membaca buku-buku Bung Hatta yang dikenal sebagai Bapak Koperasi.
"Saya kira iya, betul. Artinya, Pak Prabowo banyak menggeluti dari pemikiran Bung Hatta dan buku-buku Bung Hatta, mendalami tentang hal itu," kata Muzani menjawab pertanyaan wartawan tentang program Koperasi Desa Merah Putih yang mengambil konsep pemikiran Bung Hatta.
Muzani juga mengakui konsep koperasi ala Bung Hatta banyak menginspirasi para pemikir generasi penerusnya.
"Kalau Anda baca banyak pemikiran Bung Hatta melalui otobiografinya, biografinya, dan buku-buku yang ditulis oleh Wongsonagoro, itu jelas menggambarkan bagaimana misalnya Bung Hatta sangat concern terhadap persoalan ekonomi ketika itu," paparnya.
Muzani juga menyebut konsep perekonomian Bung Hatta juga banyak diperdebatkan saat sidang-sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
"Dalam sidang-sidang BPUPKI, Bung Hatta sangat-sangat getol berdebat tentang hal itu," ujar dia.
Selain pemikiran ekonominya, Muzani juga mengenang peran Bung Hatta dalam sejarah kemerdekaan Indonesia bersama Presiden Soekarno.
"Beliau juga yang salah satu proklamator bersama Bung Karno yang ketika itu disebut Dwi Tunggal," terangnya.
Muzani juga mengulas jasa Bung Hatta dalam proses pengakuan kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949. Dia menilai seluruh jasa dan pemikiran Bung Hatta menjadi alasan penting bagi pimpinan MPR untuk memberikan penghormatan melalui ziarah.
Adapun ziarah ke makam Bung Hatta adalah bagian dari rangkaian kegiatan MPR menjelang Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD pada 14 Agustus 2026, serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebelum berziarah ke makam Bung Hatta, pimpinan MPR juga telah berziarah ke makam Proklamator RI lainnya yang juga Presiden RI pertama, Soekarno (Bung Karno) di Blitar, Jawa Timur.
"Mudah-mudahan ziarah hari ini menjadi bagian dari upaya kita untuk menghormati semua pemikiran para pendahulu bangsa kita, dan pemikiran-pemikiran yang dulu diberikan oleh beliau dan para pendiri bangsa lain menjadi sebuah keberkahan bagi masa depan bangsa Indonesia dan masa depan generasi-generasi yang akan datang," kata Muzani.
Putri Bung Hatta, Meutia Farida Hatta, mengapreasi ziarah pimpinan MPR ke makam ayahnya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Ia mengaku ziarah yang dilakukan Pimpinan MPR RI menjadi kesan berarti bangi keluarga besar Bung Hatta.
"Saya atas nama keluarga juga tadi mengatakan, ini baru pertama kalinya menjelang 17 Agustus kami datang ke sini untuk menerima Bapak-Bapak semua, pimpinan dan Ibu juga dari MPR. Dan ini sungguh sangat mengesankan bagi kami," kata Meutia yang juga hadir bersama anak-anak Bung Hatta lainnya, Gemala Rabi'ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.
Meutia yang juga mentan Menteri Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009), juga mengenang sejumlah peran Bung Hatta di luar posisinya sebagai proklamator dan Wakil Presiden pertama RI.
"Kalau Bung Hatta memang sebagai Bapak Koperasi, Bapak Perumahan Rakyat, pernah juga menjadi Ketua Umum PMI yang pertama, 16 September 1945," ucap Meutia. (Id10)
`































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda