PKM Internasional, Langkat Green Hub Hadir Sebagai Upaya Ekowisata BerkelanjutanPKM Internasional, Langkat Green Hub Hadir Sebagai Upaya Ekowisata Berkelanjutan

MEDAN (Waspada.id): Universitas Sumatera Utara (USU), melalui Tim pengabdian masyarakat (PkM) Talenta 2026 menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakaat di kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Jumat (17/7). Dengan mengusung tema “Mewujudkan Ekonomi Bahorok yang Berkelanjutan Melalui Inovasi Digital, Pemberdayaan Masyarakat, dan Kolaborasi Pentahelix" .
Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisataa berkelanjutan di wilayah Bahorok dan daerah bagian Langkat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bukit Lawang Chairul Syamsir, jajaran perangkat desa, Tim Pengabdian USU yang terdiri dari Dr. Muhammad Arifin Nasution S.Sos., M.SP, Dr. Anggia Sari Lubis SE, M.Si, Fikry Prastya Syahputra, S.S, M.Si, serta Prof. Dr. Ilham Sentosa MPA., Ph.D. selaku mitra Internasional Universiti Kuala Lumpur Business School, pelaku usaha dari sektor Pariwisata seperti Pengelola Homestay, Pemandu Wisata, Pelaku UMKM, serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama mendukung pengembangan Ekowisata Bahorok yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kata – kata sambutan, dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari perwakilan Tim Pengabdian dan Prof. Dr. Ilham Sentosa MPA., Ph.D dari Universiti Kuala Lumpur Business School .
Fikry Prastya Syahputra, mengungkapkan asal usul pengabdian masyarakat yang berangkat dari potensi ekowista yang sangat besar pada Bukit Lawang dengan wisatawan domestik mencapai 2.090 orang dan wisatawan mancanegara yang mencapai 22.476 orang, membuktikan bahwa pariwisata merupakan salah satu penggerak utama dalam perekonomian daerah.
Namun tak sedikit permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha, dimana terdapat rendahnya kapasitas pemasaran dan promosi, sehingga layanan dan produk belum dikenal luas oleh komunitas luar. Maka dari itu, Langkat Green Hub hadir sebagai wadah bagi para pelaku usaha untuk menghubungkan seluruh layanan wisata secara terpadu dalam satu platform.
Katanya Langkat Green Hub merupakan platform digital yang mengintegrasikan informasi destinasi, layanan wisata seperti, Guide, Homestay, UMKM lokal serta aksi konservasi untuk mendukung pengembangan ekowisata yang lebih terintegritas, inklusif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi Pentahelix yaitu dengan menyatukan 5 unsur pemangku kepentingan; Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha (Bisnis), Komunitas (Masyarakat) dan Media diharapkan agar permasalahan yang dihadapi dapat cepat teratasi.
Prof. Dr. Ilham Santosa MPA., Ph.D. juga hadir mengajak seluruh masyarakat untuk ikut andil dalam kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran aplikasi Langkat Green Hub hanyalah sebuah sarana, sementara keberhasilan pengembangan ekowisata tetap bergantung pada partisipasi masyaraakat dalam menjaga, mempromosikan, dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Langkat.
Sementara Kepala Desa Bukit Lawang, Chairul Syamsir mengapresiasi kegiatan tersebut.Universitas Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upayaa mewujudkan ekowisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Kegiatan pengabdian ini juga merupakan bentuk nyata kontribusi Universitas Sumatera Utara dan Universiti Kuala Lumpur Business School dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui penguatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan inovasi digital, dan kolaborasi multipihak, program Langkat Green Hub berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan ekonomi lokal berbasis pariwisata, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan platform digital yang mengintegrasikan layanan ekowisata.
SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dengan mendorong pengelolaan destinasi wisata yang inklusif dan berkelanjutan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan praktik ekowisata yang ramah lingkungan.
SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) dengan mendorong konservasi kawasan Bukit Lawang sebagai bagian dari ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, dan mitra internasional dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.(wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda