Breaking News
Memuat breaking news...

PM Jepang Shigeru Ishiba Mengundurkan Diri

Redaksi
Redaksi
Minggu, 7 September 2025 - 6.42 PM WIB
PM Jepang Shigeru Ishiba Mengundurkan Diri
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mengatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya pada hari ini, Minggu (7/9). Shigeru akan mundur meski baru menjabat selama kurang dari satu tahun.

"Sekarang negosiasi mengenai langkah-langkah tarif AS telah mencapai kesimpulan, saya yakin ini adalah saat yang tepat," kata Ishiba dalam konferensi pers, seperti dikutip AFP.

"Saya telah memutuskan untuk mundur dan memberi jalan bagi generasi berikutnya," ujarnya.

Keputusan ini muncul kurang dari setahun PM berusia 68 tahun itu mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP). Ia memenangkan kepemimpinan partai pada September 2024.

Laporan media sebelumnya mengatakan bahwa Ishiba ingin menghindari perpecahan di dalam partai dan bahwa ia tidak mampu menahan seruan yang semakin meningkat agar ia mengundurkan diri.

Menteri pertanian dan seorang mantan perdana menteri dilaporkan bertemu dengan Ishiba pada Sabtu (6/9) malam untuk mendesaknya mengundurkan diri secara sukarela.

Empat pejabat senior LDP, termasuk orang nomor dua partai, Hiroshi Moriyama, menawarkan pengunduran diri pekan lalu.

Para penentang Ishiba juga mendesaknya untuk mundur guna bertanggung jawab atas hasil pemilu, menyusul pemungutan suara di majelis tinggi pada bulan Juli.

Mereka yang mendukung langkah tersebut termasuk Taro Aso, mantan perdana menteri berpengaruh berusia 84 tahun.

Masa jabatan Ishiba sebagai pemimpin partai seharusnya berakhir pada September 2027.

Saingan utamanya, Sanae Takaichi, yang dianggap sebagai seorang nasionalis garis keras, mengatakan pada hari Selasa bahwa ia akan mencalonkan diri menggantikan Ishiba.

LDP telah memerintah hampir terus-menerus sejak tahun 1955, tetapi para pemilih telah meninggalkan partai, termasuk ke kelompok-kelompok pinggiran seperti Sanseito yang populis.

Faktor-faktornya meliputi kenaikan harga, terutama beras, penurunan standar hidup, dan kemarahan atas skandal korupsi di dalam LDP.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement