Breaking News
Memuat breaking news...

Polisi Tembak Penganiaya Peternak Kambing Di Percut Seituan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 28 Juni 2024 - 8.29 PM WIB
Polisi Tembak Penganiaya Peternak Kambing Di Percut Seituan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Personil Reskrim Polsek Medan Tembung akhirnya berhasil menembak pria berinisial War alias Bagong ,47, otak pelaku penyerangan dan penganiayaan yang menewaskan peternak kambing bernama Sarengat,65, di Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Tersangka War alias Bagong terus diburu hingga petugas terpaksa menembak kakinya dengan sebutir peluru timah panas. Saat ini polisi masih melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya.

Kapolsek Medan Tembung Kompol Jhonson Sitompul ketika dikonfirmasi wartawan Jumat (28/6) sore, membenarkan tersangka War alias Bagong telah ditangkap.

"W alias Bagong ditangkap di sekitar rumahnya di Kampung Tempel, Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, pada Rabu (26/6)," ujar Kapolsek.

Kapolsek menyebutkan usai ditangkap, Bagong yang diduga menjadi otak pelaku penganiayaan terhadap korban ini melawan hingga terpaksa ditembak di kaki kirinya.

"Pelaku lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mengobati luka tembaknya dan kini sudah berada di Polsek Medan Tembung untuk proses hukum lebih lanjut," tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa mencekam terjadi di Jl. Pendowo Desa Saentis Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang. Puluhan preman menyerang peternak kambing dan keluarganya.

Akibat penyerangan ini korban bernama Sarengat tewas kehabisan darah usai dibacoki puluhan preman yang menyerang rumahnya.

Selain itu anaknya bernama Sandra Ramadhan ,24, mengalami luka tembak senjata softgun dan terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit.(m27)

Teks

War alias Bagong

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement