Breaking News
Memuat breaking news...

Polmed Bawa Barzanji Babussalam Ke Era Digital

Redaksi
Redaksi
Senin, 3 Agustus 2026 - 5.31 PM WIB
Polmed Bawa Barzanji  Babussalam Ke Era Digital
Tim PKM Polmed foto bersama warga di Desa Wisata Religi Babussalam (Besilam), Kabupaten Langkat. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Politeknik Negeri Medan (Polmed) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Seni (PISN) 2026 melakukan revitalisasi seni tradisi Barzanji di Desa Wisata Religi Babussalam (Besilam), Kabupaten Langkat. Program ini bertujuan melestarikan warisan budaya melalui digitalisasi, penguatan identitas kelompok, dan regenerasi generasi muda.

Ketua tim pengabdian, Rezha Destiadi S.Sn M.Ds, mengatakan seni Barzanji merupakan tradisi religius yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Babussalam. Selain memiliki nilai spiritual, Barzanji juga menjadi identitas budaya yang mendukung pengembangan Desa Wisata Religi Besilam.

Namun, perkembangan zaman membuat tradisi tersebut menghadapi berbagai tantangan. Dari lima langgam Barzanji yang pernah berkembang, kini hanya satu yang masih rutin ditampilkan. Minat generasi muda untuk mempelajari sejarah, filosofi, dan ragam langgam Barzanji juga mulai menurun, ditambah minimnya dokumentasi dan sarana pendukung.

Melalui program bertajuk "Revitalisasi Seni Tradisi Barzanji Babussalam Berbasis Visualonomika Syariah: Digitalisasi Langgam, Penguatan Identitas, dan Regenerasi Pemuda di Desa Wisata Religi Besilam", tim Polmed melakukan pendampingan kepada Kelompok Barzanji Putra Babussalam.

Tim yang terdiri dari dosen Dr. Hubbul Wathan MA, Sudarsono SE MM, dan Muhammad Rusdi Tanjung S.Kom M.Ds, serta didukung sejumlah mahasiswa, mengawali kegiatan dengan sosialisasi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan kelompok Barzanji untuk memetakan kebutuhan pelestarian seni tradisi tersebut.

Salah satu fokus program adalah mendigitalisasi empat langgam Barzanji melalui perekaman menggunakan mini studio rekam portabel. Selain menyediakan peralatan rekam, tim juga memberikan pelatihan penggunaan perangkat, pengelolaan arsip digital, hingga teknik penyuntingan audio dan video.

Hasil dokumentasi kemudian diintegrasikan ke dalam platform Web-based Augmented Reality (WebAR) sehingga masyarakat dan wisatawan dapat mengakses sejarah, audio, dan informasi Barzanji melalui telepon pintar tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.

Sebagai media promosi, seluruh hasil program juga dipublikasikan melalui laman Desa Wisata Religi Besilam di www.besilambabussalam.com, sehingga informasi mengenai seni Barzanji dan potensi wisata religi lebih mudah diakses masyarakat.

Selain digitalisasi, program ini juga memperkuat identitas Kelompok Barzanji Putra Babussalam melalui perancangan logo resmi berbasis Visualonomika Syariah dan penyerahan seragam baru kepada seluruh anggota. Seragam tersebut diproduksi bekerja sama dengan UMKM lokal Yusuf Tailor Naqsa Besilam.

Tak hanya itu, program juga menghasilkan pembentukan kader lokal, penyusunan struktur organisasi, standar operasional prosedur (SOP), serta pelatihan pengelolaan mini studio rekam dan platform WebAR agar kelompok mampu mengelola dokumentasi secara mandiri.

Rezha berharap program tersebut dapat menjadi model pelestarian seni tradisi berbasis teknologi sekaligus memperkuat pengembangan Desa Wisata Religi Besilam.

"Dengan dukungan pemerintah desa, tokoh budaya, dan masyarakat, digitalisasi Barzanji diharapkan mampu menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas," ujarnya.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement