Breaking News
Memuat breaking news...

Polres P.Siantar Ringkus Bandar Sabu Dan 2 Pengedar

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 14 Juni 2025 - 5.24 PM WIB
Polres P.Siantar Ringkus Bandar Sabu Dan 2 Pengedar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Polres Pematangsiantar meringkus seorang bandar sabu dan dua pengedarnya di Kabupaten Simalungun. 

Penangkapan dipimpin langsung Kasat Resnarkoba AKP JH. Pardede, Jumat (13/6) dini hari. Tersangka bandar, JBSS, 35, ditangkap di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marimbun.

Petugas mengamankan satu paket sabu yang jatuh dari celana JBSS dan satu unit HP Redmi. Penggeledahan di rumah JBSS di Jalan Kenali, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba, menghasilkan tiga paket sabu, plastik klip kosong, dan timbangan digital.

Berdasarkan keterangan JBSS, polisi mengembangkan penyelidikan dan menangkap dua pengedar, DS alias D, 32, dan DS,46, di Kecamatan Bandar Huluan dan Kecamatan Pematangbandar, Simalungun.

Dari DS alias D, disita dua paket sabu, sepeda motor Honda CBR, HP Oppo, dan uang Rp735 ribu. Sementara dari DS, disita satu paket sabu, uang Rp30 ribu, dan HP Samsung. Kedua pengedar mengaku bekerja untuk JBSS dengan sistem bagi hasil.

Kapolres AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak melalui Kasat Resnarkoba, Sabtu (14/6), menyatakan total sabu yang diamankan dari ketiga tersangka berjumlah 29,68 gram.  Ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.(a28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement