Breaking News
Memuat breaking news...

Porsi Pembiayaan KPR Subsidi Lebih Kecil Dari Tahun Lalu

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 Februari 2024 - 2.49 PM WIB
Porsi Pembiayaan KPR Subsidi Lebih Kecil Dari Tahun Lalu
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Tahun ini porsi pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah [KPR] subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari APBN lebih kecil, hanya senilai Rp13,7 triliun untuk membangun 166 ribu unit rumah subsidi.

Padahal, realisasi FLPP pada tahun 2023 mencapai 229 ribu unit senilai mencapai Rp 26,3 triliun. Karena itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berharap akan adanya tambahan dana untuk pembiayaan KPR subsidi tahun ini

"Mudah-mudahan tahun ini akan ada tambahan lagi, supaya minimal sekitar 220.000 sampai 250.000 unit rumah yang bisa disalurkan di tahun ini," ujar Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar dalam webinar, di kutip Rabu (28/2/2024).

Menurutnya, penambahan itu bisa lewat adanya guliran pengembalian dana FLPP yang sudah disalurkan. Misalnya, seperti yang terjadi pada tambahan dana bakal KPR Subsidi tahun lalu. Karena, sampai sekarang pembelian rumah lewat KPR masih diminati masyarakat.

Data BTN menyebutkan, pembelian rumah di Indonesia masih didominasi dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Persentase beli rumah lewat KPR mencapai 75 persen.

"Sekitar 75 persen lebih melalui KPR. Kalau kita lihat, pilihan KPR terhadap masyarakat masih tumbuh positif didukung kebijakan pemerintah," tutur dia.

Ia menambahkan, insentif KPR oleh pemerintah mampu mendongkrak pembelian rumah. Insentif itu di antaranya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kemitraan hubungan baik pihaknya dengan mitra pengembang yang telah membantu realisasi KPR subsidi dan non-subsidi, membuahkan hasil berupa kenaikan aset BTN sebesar 9,1 persen atau setara Rp438,75 triliun.

“Pada 2023 pertumbuhan ekonomi kita juga luar biasa untuk ukuran pascapandemi COVID-19 dan pada tahun 2024 kenaikan aset BTN sebesar 9,1 persen atau setara dengan Rp438,75 triliun,” katanya dalam gelaran BTN Most Valuable Developer Dinner Gathering.

Dia katakan, BTN juga konsisten meningkatkan laba bersih sepanjang tahun 2023 yang mencapai Rp3,5 triliun, atau mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 15 persen. (J03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement