Breaking News
Memuat breaking news...

Prabowo: Indonesia Belum Swasembada Bawang Putih Dan Daging Sapi

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 3.18 PM WIB
Prabowo: Indonesia Belum Swasembada Bawang Putih Dan Daging Sapi
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidatonya di agenda Sidang Tahunan MPR 2026, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).  (tangkapan layar TVP)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia belum swasembada bawang putih dan daging sapi. Hingga kini upaya tersebut masih terus dikembangkan pemerintah, terutama pada komoditas bawang putih yang ditargetkan 3 tahun lagi.

Saat ini Indonesia sudah bisa berswasembada untuk 8 komoditas diantaranya: beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabe besar, dan cabe rawit.

"Kita masih belum swasembada bawang putih dan daging sapi. Kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih," kata Prabowo dalam sambutannya di agenda Sidang Tahunan MPR 2026, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Tak hanya bawang putih, Indonesia juga kata Prabowo sedang mengupayakan untuk mencapai swasembada pada sektor protein seperti daging sapi atau kerbau.

Hanya saja, Prabowo tidak memberikan target kapan swasembada pada sektor protein tersebut akan tercapai. Namun protein daging tersebut bisa tergantikan dengan daging ayam atau ikan.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu hanya mengklaim kalau sejatinya, tidak semua sektor protein belum mencapai swasembada.

"Pada dasarnya sebetulnya untuk protein, sebenarnya kita sudah swasembada. Yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam," jelas Prabowo.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), impor bawang putih sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 229,76 ribu ton, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 178,89 ribu ton. Dari total volume impor tersebut, 98 persen impor bawang putih berasal dari China, dan sisanya dipasok dari India.

Apresiasi Swasembada Pangan

Presiden Prabowo sangat mengapresiasi keberhasilan Indonesia bisa swasembada pangan pada 8 komoditas, di tengah ancaman krisis pangan global.

Pencapaian ini diklaim sebagai hasil dari kerja keras kabinet dan perumusan kebijakan yang cepat. Target swasembada yang semula direncanakan tercapai dalam empat tahun, kini direalisasikan hanya dalam waktu satu tahun.

"Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun," tutur Prabowo.

Prabowo bersyukur, keberhasilan ini menjadi krusial mengingat kondisi dunia saat ini tengah dibayangi krisis. Cuaca global yang tidak menentu memperparah risiko kelangkaan pangan di berbagai negara.

"Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu. Kita, alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman," lapornya.

Prabowo menegaskan, bahwa ketahanan pangan nasional saat ini sangat siap menghadapi anomali iklim ekstrem. Hal ini termasuk ancaman badai siklus cuaca El Nino yang diprediksi sangat parah.

"Kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan, termasuk tantangan El Nino yang katanya tahun ini El Ninonya akan berarti El Nino yang paling paling dahsyat," tegasnya.

Prabowo menekankan, saat ini Indonesia telah sepenuhnya mandiri dalam memenuhi kebutuhan delapan komoditas utama sehari-hari.

"Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabe besar, dan cabe rawit," papar Prabowo.

Prabowo menambahkan pemerintah akan memfokuskan sisa target pada satu komoditas penyumbang inflasi yang saat ini belum mencapai kemandirian penuh, yakni bawang putih, daging sapi dan kerbau. (Id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement