Program Studi Arsitek FT USU Raih Akreditasi KAABProgram Studi Arsitek FT USU Raih Akreditasi KAAB

MEDAN (Waspada.id) : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara (USU) resmi meraih akreditasi internasional dari lembaga pengakreditasi asal Korea Selatan, Korean Architectural Accreditation Board (KAAB), periode akreditasi dari 31 Juli 2026 - 30 Juli 2029. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam memenuhi standar pendidikan internasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama global.
Lembaga akreditasi KAAB dipilih secara spesifik karena rumpun keilmuan Arsitektur memiliki karakteristik unik yang berbeda dari program studi teknik lainnya. Apabila empat program studi teknik lain (Kimia, Industri, Elektro, dan Mesin) menggunakan akreditasi Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABE), maka Arsitektur—bersama perencanaan wilayah dan kota (PWK)—mengacu pada standar khusus arsitektur internasional seperti KAAB.
Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, M.T., mengatakan bahwa Program Studi Arsitektur memiliki keunikan tersendiri dibandingkan bidang teknik lainnya. Menurutnya, pendidikan arsitektur tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga mengembangkan kreativitas melalui perpaduan antara ilmu keteknikan dan seni.
"Jadi kalau arsitektur ini dia, saya lupa presentasinya, tetapi dia agak unik ya karena komposisi engineering-nya itu tidak sebanyak kalau di lain. Dia ada muatan seni dan muatan seni itu kalau saya nggak salah 50% harus ada gitu," tutur Prof. Renita.
Proses akreditasi ini berfokus pada pelaksanaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk memastikan setiap lulusan memenuhi seluruh capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Keberhasilan meraih akreditasi internasional dari KAAB menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan arsitektur di FT USU yang telah memenuhi standar internasional. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, serta memiliki daya saing di tingkat global.
Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian FT USU, Prof. Dr. Ir. Rosdanelli Hasibuan, M.T., menegaskan bahwa capaian akreditasi internasional ini akan menjadi landasan bagi fakultas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat proses pembelajaran, serta memastikan standar internasional yang telah diraih dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
"Jadi mulai dari mengawal kualitas pendidikan, mengawal kualitas penelitian, pengabdian dan terutama kerjasama gitu," tegasnya.
Ir. Muhammad Agung Putra Handana S.T., M.T., Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Akademik, menyampaikan hasil evaluasi akreditasi internasional ini menggarisbawahi pentingnya penegakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area laboratorium dan studio perkuliahan. K3 ditegaskan bukan sekadar poin penilaian biasa, melainkan syarat wajib (mandatory requirement) yang harus diterapkan menjadi budaya di seluruh lingkungan kampus.
Aspek penelitian turut menjadi salah satu penunjang dalam perolehan akreditasi internasional. Berbagai penelitian yang dilakukan diharapkan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi dan publikasi ilmiah bersama mitra luar negeri.(wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda