Breaking News
Memuat breaking news...

Proyek Jalan Marelan III Rp2,3 Miliar Disorot, Dinas SDABMBK Pastikan Mutu Pekerjaan Terjaga

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 1.03 PM WIB
Proyek Jalan Marelan III Rp2,3 Miliar Disorot, Dinas SDABMBK Pastikan Mutu Pekerjaan Terjaga
PAPetugas melakukan pemeriksaan pengerjaan pembetonan Jl Marelan III, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (11/8). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Proyek perbaikan Jalan Marelan III, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, senilai Rp2,3 miliar menjadi perhatian masyarakat. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan memastikan pekerjaan pembetonan jalan tersebut berjalan sesuai spesifikasi dan terus diawasi.

Paket pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV Global Gemilang melalui metode pembetonan. Upaya memastikan kualitas pekerjaan, Dinas SDABMBK Kota Medan mengaku telah melakukan pemeriksaan atau opname terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, mengatakan opname dilakukan meliputi pemeriksaan, perhitungan hingga pengukuran terhadap hasil pembetonan.

"Sudah kita lakukan opname berupa pemeriksaan, perhitungan dan pengukuran terhadap pembetonan jalan itu," kata Khairul Azmi, Selasa (11/8/2026).

Mengenai adanya sorotan publik atas keretakan struktur beton di lapangan, Kepala Dinas SDABMBK Medan, Khairul Azmi mengatakan bukan disebabkan kesalahan volume maupun mutu pekerjaan. Menurut dia, proses pembetonan dilakukan secara bertahap atau per segmen sehingga terdapat tahapan pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

"Itu dilakukan per segmen. Beton itu diletakkan pekerja. Seharusnya, kalau ada sisa tidak boleh, karena harus menunggu pencetakan pabrik. Jadi itu nanti dilakukan secara bertahap, tidak ada yang retak," ujarnya.

Ia memastikan proses pemotongan atau cutting terhadap beton akan dilakukan setelah beton mencapai usia 21 hari.

"Yang jelas ini tidak mengurangi mutu hingga kualitas dari pembetonan. Menunggu 21 hari baru bisa dicutting," tegas mantan Kepala Dinas PUTR Langkat ini.

Selain keretakan beton, keberadaan batu-batu berukuran besar di sejumlah titik pengerjaan juga menjadi perhatian Dinas SDABMBK. Khairul Azmi mengatakan batu tersebut tidak ditempatkan di seluruh ruas jalan. Batu hanya digunakan pada titik tertentu yang dinilai memiliki tingkat kepadatan yang belum memungkinkan dilakukan pemadatan secara optimal.

"Batu itu tidak ada dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya), jadi itu hanya untuk lokasi yang kepadatan kurang. Pastinya seluruh pengerjaan dilakukan secara profesional dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Dan itu bukan batu pegunungan," katanya.

Pihaknya pun menegaskan bahwa hingga saat ini pembayaran terhadap pekerjaan pembetonan Jalan Marelan III belum dilakukan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengawasan pemerintah terhadap pekerjaan yang menggunakan anggaran daerah. Artinya, kualitas dan kesesuaian pekerjaan menjadi hal yang harus dipastikan sebelum proses pembayaran dilakukan.

**Masyarakat Ikut Mengawasi

Khairul Azmi justru mengapresiasi keterlibatan masyarakat lewat lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ikut memantau pengerjaan proyek tersebut.

Menurutnya, pengawasan publik merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan transparan dan tidak dikerjakan secara sembarangan.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat melalui LSM yang sudah ikut melakukan pemantauan terhadap pengerjaan ini. Secara pastinya, kita tidak akan lalai dalam menjalankan tugas. Karena semua ini untuk kemajuan infrastruktur di Kota Medan," ungkapnya.

Pihaknya menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila kontraktor mengerjakan proyek secara asal-asalan hingga berpotensi menyebabkan kerusakan kembali pada jalan yang baru dibangun. Ia memastikan tindakan tegas akan diberikan kepada pihak ketiga apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan.

"Kalau pengerjaan dilakukan secara asal-asalan sehingga menyebabkan kerusakan lagi, tentu akan kita berikan tindakan tegas," pungkasnya. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement