Breaking News
Memuat breaking news...

PSBD VII Batubara Meriah, Bupati Janjikan Lahan 4000 M Untuk 10 Etnis

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 1 November 2025 - 11.03 AM WIB
PSBD VII Batubara Meriah, Bupati Janjikan Lahan 4000 M Untuk 10 Etnis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BATUBARA (Waspada.id) : Pekan Seni Budaya Daerah ( PSBS) VII Kab. Batubara yang dibuka oleh Bupati Batubara, Jumat (31/10) berlangsung meriah.

Rangkaian acara yang dimulai dengan parade etnis dimulai dari sore hari mendapat perhatian besar dari masyarakat Batubara khususnya di Kec. Air putih, mereka tumpah di Jalinsum melihat pawai budaya etnis yang mengenakan pakaian adat, hingga Jalinsum macet panjang.

Kerinduan akan pagelaran budaya yang sudah dimulai dari tahun 2003 lalu dan terhenti pada tahun 2017 baru dapat diselenggarakan pada tahun 2025 ini.

PSBD VII ini diikuti oleh Etnis Mandailing yang dipimpin oleh Ketua Hikma Batubara Parlindungan Lubis, Etnis Toba dipimpin Piter Raju Napitupulu, etnis Melayu dipimpin Rizal Amin, Etnis Tionghoa dipimpin Agung Gunawan, Etnis Sunda Ahmad Hadian Kardiadinata, Etnis India Serumpun Muhammad Rafiq, Etnis Jawa Suharto, Etnis Banjar Safizal,
Etnis Karo Fahri Meliala, Etnis Minangkabau dipimpin Iswandi Piliang

Hadir dalam kesempatan ini Bupati Batubara Baharuddin Siagian, Wakil Bupati Batubara Syafrizal, Wakil Ketua DPRD Batubara Ahmad Rodial, Kapolres Batubara Doly Nelson Nainggolan, perwakilan PT Inalum,

Bupati Batubara Baharuddin Siagian menyampaikan, PSBD Batubara adalah hal yang membanggakan, "Saya akan kasi satu etnis satu rante, di lokasi perkantoran agar pelaksanan kegiatan etnis dapat terselenggara dengan baik," ujar Bahar.

Baharuddin Siagian juga menjanjikan PSBD harus terus berlanjut setiap tahun dan dirangkai dengan HUT Batubara. (Id.43)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement