PTAR Ingin Long Call Masih Terdengar di Hutan BatangtoruPTAR Ingin Long Call Masih Terdengar di Hutan Batangtoru

Long call adalah panggilan khas jarak jauh jantan Orangutan Tapanuli, untuk memanggil betina dan menandakan batas wilayah. Suara ini memiliki frekuensi maksimum yang lebih tinggi daripada Orangutan Sumatera dan Kalimantan.
Long call merupakan panggilan jarak jauh Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) jantan dewasa memiliki durasi yang lebih panjang, tempo yang lebih cepat, dan pulsa suara yang lebih banyak dibandingkan long call Orangutan Sumatera maupun Kalimantan. Spesies primata Orangutan Tapanuli sangat langkah dan hanya ada di hutan Batangtoru yang terbentang mulai dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Perusahaan utama yang mengelola dan mencari keuntungan di Tambang Emas Martabe adalah PT Agincourt Recources (PTAR), yang sebagian besar (95 persen) sahamnya dimiliki oleh PT Danusa Tambang Nusantara (bagian dari grup astra dan United Tractors). Lokasi tambang ini berada di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Sementara 5 persen lagi sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dengan posisi 30 berbanding 70 persen untuk Tapsel.
Area kontrak karya PTAR berdampingan dengan Ekosistem Batangtoru yang merupakan habitat Orangutan Tapanuli. Untuk melindungi spesies primata ini pada awal Januari 2025 dioperasikan Stasiun Riset Batangtoru.
Stasiun Riset Batangtoru adalah pusat penelitian lingkungan dan keanekaragaman hayati yang dioperasikan oleh PT Agincourt Recources (PTAR) pengelola Tambang Emas Martabe di kawasan Ekosistem Batangtoru, Tapanuli Selatan.
Dipimpin ahli primata, Dr. Suci Utami, stasiun ini bertujuan untuk mendukung pelindungan kawasan hutan dan keanekaragaman hayati di sekitar Tambang Emas Martabe.
Salah satu tujuan utama pengoperasionalan stasiun riset ini adalah PTAR menginkan long call agar tetap menggaung di Hutan Batangtoru. Karena dengan masih menggaungnya long call berarti mengandalkan Orangutan Tapanuli masih ada di Ekosistem Hutan Batangtoru. (Sukri Falah Harahap/WASPADA.id)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda