Breaking News
Memuat breaking news...

PTPN-4 Kebun Laras Dinilai Ceroboh, Pekerjaan Parit Galian Makan Damija

Redaksi
Redaksi
Senin, 3 April 2023 - 9.36 PM WIB
PTPN-4 Kebun Laras Dinilai Ceroboh, Pekerjaan Parit Galian Makan Damija
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIMALUNGUN (Waspada): Pemandangan tak sedap bagi pengguna jalan kabupaten menghubungkan Nagori (Desa) Laras - Simpang Mangga (Bahapal), Kec. Bandar Huluan, Kab. Simalungun.

Betapa tidak, jalan di sepanjang areal kebun kelapa sawit milik PTPN-4 tersebut, selain mengalami rusak parah, disisi kiri dan kanan jalan terdapat gundukan tanah bekas galian paret.

Diperkirakan mencapai 1 kilometer sisi kiri kanan paret jalan itu dilakukan penggalian, menyusul program replanting (tanam ulang) kelapa sawit di sejumlah afdeling di kawasan kebun itu.

Namun sangat disayangkan, paret galian yang dilakukan perusahaan plat merah tersebut terlalu melebar, sehingga diduga pekerjaan galian paret memakan Daerah Milik Jalan (Damija) atau melewati batas jalan kabupaten dimaksud.

Kondisi jalan kabupaten menghubungkan Nagori Laras - Simp. Mangga, setelah dilakukan pengerukan pihak PTPN 4. Tampak beram jalan semakin mengecil dan gundukan tanah bekas kerukan berserakan di badan jalan.(Waspada/Hasuna Damanik).

" Lihat galiannya sudah mencapai pohon mahoni yang ditanam untuk pelindung jalan. Tidak ada lagi beram jalan, sisa paret galian persis berbatas kepada pohon mahoni," sebut Arman salah seorang warga kepada, Waspada, Senin (03/04/2023).

Pengerukan paret juga cukup dalam, sehingga bila hujan deras air akan menggenang mengancam keberadaan badan jalan. Kalau hujan turun, gundukan tanah itu mengalir ke badan jalan dan menjadi masalah bagi pengguna jalan.

" Kalau musim hujan, jalan menjadi berlumpur. Sedangka kalau hari sedang panas, jalan jadi berdebu," keluh warga setempat.

Manajer PTPN-4 Unit Kebun Laras, Sutrisno, yang coba dikonfirmasi melalui saluran telepon maupun pesan WhatsApp tidak mau menanggapi terkait pengerukan paret yang dinilai telah melewati batas jalan tersebut.

Begitupun terkait program replanting, manajer terkesan tertutup, tidak mau menjelaskan jumlah dan lokasi areal yang akan direplanting.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kab. Simalungun, Hotbinson Damanik, yang dihubungi Senin (3/4), mengatakan belum mengetahui kondisi jalan menghubungkan Laras - Simp. Mangga setelah adanya galian paret yang dilakukan pihak PTPN 4.

" Benar itu jalan kabupaten, nanti akan kita cek ke lapangan, apakah galian paret tersebut masuk ke Daerah Milik Jalan (Damija)," ujar Hotbinson.(a27).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement