Breaking News
Memuat breaking news...

PUISI AGUSNI AH

Redaksi
Redaksi
Minggu, 3 Mei 2026 - 11.00 PM WIB
PUISI AGUSNI AH
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KUYUP RINDU

Hari ini aku kembali datang

ke rumah peristirahatanmu yang sunyi,

tanpa hujan, tanpa banjir seperti beberapa bulan lalu yang meluluhlantakkan kampung dan rumah kita,

langit pun terlalu terang untuk bersedih

Langkahku kering,

tak ada genangan yang harus kulewati, tak ada lumpur tebal yang memaksaku berhenti,

tak ada angin yang menggigilkan tubuh ini,

tak ada badai yang menakut-nakuti,

namun entah mengapa

dua bolamata ini tak mampu menyembunyi,

ia pecah diam-diam tanpa gema,

mengalir tanpa suara

Aku tak kuyup oleh dunia,

tapi oleh kenangan yang tak sempat berpamitan,

oleh namamu yang masih terpendam nan tinggal

di sela rongga terdalam berlipat rasa

Di sini, aku duduk lirih seraya

menyebutmu tanpa kata,

sebab tak semua rindu butuh hujan

untuk menjelma luka

Dan hari ini

aku pulang dengan tubuh yang tetap kering,

namun hati yang basah, jiwa yang kuyup sejak raga kita berpisah,

oleh airmata yang tak pernah benar-benar pergi dari perigi gundah...//(a.ah).

GIGIL RINDU

Mak, kusebut namamu sebagai bayang yang tak pernah lekang dalam ingatan,

di tengah gigil rindu yang tak pernah lekang,

ada gundah yang tak jua terpadamkan,

aku menadah langit dengan tangan gemetar,

mengirim namamu lewat doa-doa yang tak berkesudahan

Bibir ini kelu nan lirih dentan lidah terbata-bata yang hampir hilang suara,

hanya desah yang jatuh menjadi bait-bait doa,

sementara airmata menuliskan makna,

yang tak sempat dirangkai oleh kata-kata

Bila rindu adalah luka yang terus bernapas,

biarlah munajat menjadi penawarnya,

meski tak ada jawaban yang segera tiba,

aku percaya bahwa Engkau Yang Kuasa tak pernah abai pada setiap pinta hamba...//(a.ah).

MUNAJAT RINDU

Hatiku selalu menggiring datang tanpa paksa, kendati langkah nyaris patah

seperti bayang yang kehilangan arah

Aku takut pada resah napasku yang mungkin mengganggu tenangmu di tanah merah, aku berusaha pelan dengan segala rasaku yang menyeruak--pecah,

bahkan sedu-sedan pun kutahan agar tak tumpah, agar Mak--Abah tidak lagi harus menanggung gundah di kehidupan barzah

Aku paksakan dengan getar halus di dada,

seperti daun jatuh yang tak sempat bersuara

Aku tak bermaksud meratap, aku hanya tak tahu harus meletakkan rasa yang mengesumat ini di mana, rindu teramat berat yang selalu bersarang di jiwa, aku datang hanya ingin merebah segenap cinta ini di antara tanah yang memeluk seraya menjulurkan

doa yang kupungut satu-satu dengan gemetar

Dalam intonasi pelan sekali, di gundukan pusara ini

kubisikkan yang dulu kalian ajarkan:

Allahummaghfirlidzunubi Waliwalidayya

Warhamhuma Kama Rabbayani Shaghira

Setiap hurufnya seperti air yang jatuh ke luka paling dalam,

mengalir tanpa riuh,

namun tak pernah berhenti, meski terkadang hanya di dalam lubuk hati

Mak--Abah,

aku masih anak kecil itu, yang kini belajar menangis tanpa suara,

belajar ikhlas tanpa benar-benar mampu,

belajar melepaskan tanpa pernah purna

Jika nanti terlalu lama aku termangu,

jangan kira aku telah menjadi anak yang dungu dan bisu, aku hanya sedang menata hati agar tidak runtuh di kehidupan yang kini kian kelabu, walau bukan sebagai anak yang tegar, meski sebagai hamba yang rapuh, yang hanya bisa melangitkan

doa-doa lirih, dengan

airmata yang kusamarkan,

serta cinta yang tak pernah selesai...//(a.ah).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement