Breaking News
Memuat breaking news...

Pulang dari China, dr. Emil Perkuat Layanan Canggih Kateterisasi Intervensi Koroner Jantung di RSUDYA

Redaksi
Redaksi
Kamis, 8 Januari 2026 - 9.02 PM WIB
Pulang dari China, dr. Emil Perkuat Layanan Canggih Kateterisasi Intervensi Koroner Jantung di RSUDYA
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPAKTUAN (Waspada.id): Kepulangan dr. Emil Fathoni, Sp.JP-FIHA setelah menyelesaikan pendidikan dan pengembangan keilmuan di Tiongkok menjadi momentum penting bagi peningkatan layanan kesehatan jantung di wilayah Aceh bagian selatan, khususnya pada bidang kardiologi intervensi dan kateterisasi koroner jantung.

dr. Emil akan bergabung dengan tim medis RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan untuk memperkuat pelayanan diagnosis serta tata laksana penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, melalui layanan kateterisasi dan intervensi koroner berbasis standar medis terkini.

Berbekal kompetensi, pengalaman klinis, serta paparan sistem layanan kardiovaskular modern selama pendidikan di luar negeri, dr. Emil diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan layanan jantung yang lebih komprehensif, efektif, dan berkesinambungan bagi masyarakat Aceh Selatan.

“Saya bersyukur dapat kembali mengabdi di Aceh Selatan. Harapan saya, ke depan layanan jantung—khususnya intervensi dan kateterisasi koroner—dapat segera aktif, terus berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar dr. Emil kepada Waspada.id di Tapaktuan, Kamis (8/1/2026).

Pihak rumah sakit RSUDYA Tapaktuan dan masyarakat menyambut baik kepulangan dr. Emil. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kardiovaskular, sekaligus memperkuat sistem rujukan serta penanganan pasien penyakit jantung koroner di wilayah Barat Selatan Provinsi Aceh. (id85)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement