Breaking News
Memuat breaking news...

Puskesmas BLUD Di Madina

Redaksi
Redaksi
Minggu, 30 Oktober 2022 - 10.29 AM WIB
Puskesmas BLUD Di Madina
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABINGAN (Waspada):
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal merencanakan seluruh Puskesmas diubah statusnya menjadi BLUD di 2023.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sistem diterapkan unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang mempunyai fleksibitas pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.

"Pemkab Mandailing Natal memiliki 26 Puskesmas. Dengan menjadi BLUD, Puskesmas akan lebih efektif dan produktif memberikan layanan kepada masyarakat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Madina dr Faizal Situmorang menjawab waspada.id di Panyabungan, Sabtu (29/10).

Dijelaskannya, mempercepat proses pengusulan BLUD itu, Puskesmas harus mampu memenuhi syarat substantif, teknik dan administratif.

SDM Dokter Spesialis

Menyangkut pemenuhan SDM dokter spesialis di RSU daerah, dr Faizal mengungkapkab, Pemkab Madina memiliki dua RSU daerah, satu bertipe C dan satu lagi D.

Untuk pemenuhan SDM dokter spesialis di kedua RS, Dinkes Madina tetap berkordinasi dengan Dinkes provinsi seperti kerjasama program dokter spesialis terbang, untuk mengisi kekurangan layanan dokter spesialis RS di Madina.

"Saat ini, MoU ada tiga dokter spesialis yang kita dapat untuk program tersebut. Ke depan, akan kita luaskan kerjasama untuk jumlah dan jenis layanan spesialistik," ujar dr Faizal Situmorang.

Dia juga menjelaskan, ada delapan dokter di Madina sedang menempuh pendidikan spesialis. "Bila selesai, ke depan kita harapkan untuk bisa memenuhi kekurangan SDM dokter spesialis," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, SH menekankan agar Dinas Kesehatan Madina memberi pelayanan kesehatan yang lebih maksimal dengan mewujudkan Puskesmas menjadi layanan rawat inap.

Di sisi lain, Erwin Efendi Lubis mengungkapkan, karena tenaga ahli belum semua terpenuhi di rumahsakit, mengakibatkan pasien sering harus dirujuk ke RS lain ke daerah lain. (irh)

Teks fot
Waspada.id/dok
Kepala Dinas Kesehatan Madina dr Faizal Situmorang.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement