Breaking News
Memuat breaking news...

PWI Dan SMSI Protes Keras Kepala Inspektorat Madina

Redaksi
Redaksi
Rabu, 31 Mei 2023 - 1.45 PM WIB
PWI Dan SMSI Protes Keras Kepala Inspektorat Madina
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (Waspada): Wartawan di Mandailing Natal terhimpun di sejumlah organisasi profesi wartawan -- termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madina dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Madina -- menyampaikan protes keras kepada Kepala (Inspektur) Inspektorat Pemkab Madina Rahmad Daulay, ST saat wartawan melakukan konfirmasi.

Ketua PWI Madina Muhammad Ridwan Lubis menyampaikan protes, terkait adanya kendala dihadapi Irham Hagabean Nasution, wartawan waspada.id dan beritasore.co.id yang juga anggota PWI Sumut.

"Dalam menjalankan tugas jurnalistik, saudara Irham melakukan konfirmasi kepada Inspektur terkait surat pemanggilan Inspektorat kepada ASN seputar permasalahan aksi unjukrasa warga Desa Singkuang 1 ke perusahaan perkebunan PT Rendi Permata Raya," ujar Ridwan.

Berdasarkan laporan, lanjut dia, Irham melakukan konfirmasi untuk melihat kebenaran informasi ini dan mempertanyakan tujuan pemanggilan ASN menyangkut aksi Singkuang 1.

"Berdasarkan pasal 2 dan pasal 4 undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers, kebebasan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi," ujar Ketua PWI Madina.

Sesuai pasal tersebut, lanjut Ridwan, "apa yang saudara Irham lakukan sudah tepat, karena pers berhak memperoleh informasi dan tugas-tugasnya dilindungi undang-undang."

Sebaliknya, kata dia, Inspektur atau Kepala Inspektorat Kab. Mandailing Natal, saudara Rahmad Daulay tidak perlu alergi terhadap wartawan menjalankan tugasnya. "Karena informasi yang diminta saudara Irham juga tidak berkaitan dengan rahasia pertahanan negara," tegasnya.

"Saudara Rahmad sebaiknya memberikan informasi yang layak untuk dikonsumsi publik. Kalau tidak nyaman dengan permintaan informasi melalui sambungan telepon bisa dengan wawancara by person. Bukan dengan tindakan atau ucapan yang seolah mengintimidasi atau membuat saudara Irham merasa terancam," ujar Ketua PWI Madina.

Sangat Disayangkan

Ketua SMSI Madina Jeffri Barata Lubis menegaskan, statemen Kepala Inspektorat Madina, Rahmad Daulay, sangat disayangkan karena disinyalir menghambat tugas wartawan dalam mencari dan menggali informasi guna perimbangan berita seperti diatur dalam KEJ dan UU Pers nomor 40 tahun 1999.

"Ditambah lagi, adanya indikasi pembungkaman informasi yang bertentangan dengan UU KIP yang mengharuskan narasumber memberikan informasi seluasnya untuk diketahui masyarakat," ujar Jeffri.

Beritakan Setiap Jam

Hanya beberapa menit ditayangkan berjudul Inspektorat Madina: Beritakan Setiap Hari, Kita Ketemu Di Dewan Pers, kembali menyampaikan komentar spontan ke WA pribadi.

"Makin mantap. Beritakan setiap jam," ujar Kepala (Inspektur) Inspektorat Pemkab Madina Rahmad Daulay, ST melalui percakapan WhatsApp, sembari mengirimkan copy Kode Etik Jurnalistik dan UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers, ke WA pribadi. (irh)

Berita terkait:

https://www.waspada.id/sumut/inspektur-madina-beritakan-tiap-hari-kita-tunggu-di-dewan-pers/
Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement