Breaking News
Memuat breaking news...

Ramadhan Bulan Pengendalian Diri Dan Meraih Lailatul Qadar

Redaksi
Redaksi
Minggu, 24 April 2022 - 4.09 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Bulan Ramadhan adalah bulan pengendalian diri dan saatnya meraih lailatul qadar. Hal ini terungkap saat berlangsungnya muzakarah Ramadan DP MUI Sumut, Minggu (24/4).

Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Dr., Husnel Anwar Matondang, M.Ag menyebutkan, puasa Ramadan adalah madrasah pengendalian diri kepada muslim yang beriman selama sebulan penuh untuk mengendalikan hawa nafsu untuk mentaati aturan dan syariat Allah SWT dengan tujuan utama mencapai predikat insan bertakwa.

Maka, diksi tarajji pada kata la’alla yang Allah gunakan dalam surah Al Baqarah menunjukkan probilitas sangat kuat yang akan menghantarkan insan yang berpuasa tersebut untuk mencapai strata tertinggi sebagai hamba Allah, yakni menjadi orang yang bertakwa.

“Ibadah ini merupakan salah satu media untuk menghapus dosa sekaligus untuk mensucikan jiwa manusia (tazkiyah an-nufus),” terang Matondang.

Dia juga menjelaskan tentang Ramadan sebagai momen terbaik yang mengkompilasikan semua ibadah dan kebaikan yang disyariatkan Allah, dan memiliki kekhususan berupa ganjaran pahala yang lebih utama dari bulan lainnya. “Dan semua ibadah dimaksud memiliki hubungan positif terhadap proses pensucian jiwa manusia,” ungkapnya.

Hidupkan Malam Ramadhan

Sedangkan pembicara berikutnya, Ketua Umum MUI Kabupaten Simalungun, H. Abdul Halim Lubis, S.H.I, MM menjelaskan tentang Lailatulqadar yang jatuh pada salah satu malam Ramadan dan memiliki sangat banyak keutamaan karena lebih baik dari seribu bulan, namun mengandung misteri karena tidak diketahui pasti kapan turunnya di bulan Ramadan.

“Malam Lailatulqadar ini sebagai saksi diturunkannya Alquran serta menjadi momen penentuan dan penetapan peta jalan kehidupan manusia pada tahun selanjutnya,” papar Abdul Halim Lubis.

Untuk itu terang dia, usaha yang harus dilakukan dalam mengintai datangnya lailatulqadar ini adalah dengan menghidupkan malam-malam Ramadan, yakni mengisinya dengan berbagai ibadah seperti itikaf, qiyamul lail, zikir, doa, istigfar, membaca Alquran, taubat serta ibadah lainnya yang bertujuan semata untuk mendekatkan diri kepada Allah. (m22)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement