Breaking News
Memuat breaking news...

RDP Aliansi Guru Honor Di DPRD Langkat Diwarnai Aksi Pukul Meja

Redaksi
Redaksi
Jumat, 5 Januari 2024 - 12.07 AM WIB
RDP Aliansi Guru Honor Di DPRD Langkat Diwarnai Aksi Pukul Meja
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

RDP Aliansi Guru Honor Kabupaten Langkat di DPRD Langkat, Kamis (4/1/2024). Waspada/ist 

STABAT (Waspada): Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Aliansi Guru Honorer peserta PPPK Kabupaten Langkat dengan Komisi B DPRD Langkat hampir ricuh, di Ruang Rapat Banggar DPRD Langkat, Kamis (4/1/2024).

Hal itu ditengarai saat salah seorang guru honor mempertanyakan sistem SKTT yang dinilai merugikan mereka tidak dapat dijelaskan Kepala BKD Langkat dan Kadis Pendidikan Langkat. 

Salah seorang kuasa hukum guru honor tersebut mempertanyakan SKTT sembari memukul meja dan langsung dibalas juga dengan aksi memukul meja oleh Wakil Ketua DPRD Langkat Antoni Ginting .

Antoni mengatakan bahwa pertanyaan yang dilontarkan kuasa hukum guru honor itu sudah dijelaskan Kepala BKD Langkat Eka Depari. Kemudian RDP langsung ditutup pimpinan rapat Ketua DPRD Langkat Sribana PA.

Video siaran langsung RDP ini beredar di media sosial yang banyak direspon netizen.

Sebelumnya, Sekretaris GTKHNK35+ Kab. Langkat Meilisya Ramadhani dalam RDP memaparkan di hadapan Komisi B DPRD Langkat bahwa rekan rekan meminta kembalikan sistem penilaian ujian PPPK guru honor ke sistem CAT karena untuk daerah yang tidak memakai SKTT bisa dibilang aman aman saja. 

Sementara itu salah seorang guru honor asal Tanjungpura meminta penjelasan bagaimana SKTT itu penilaiannya terhadap kami karena kami sendiri tau kapan diberikan penilaian SKTT itu tersebut.

Selanjutnya Khairiah,  guru honor ini meminta Menpan RB untuk mengkaji ulang imbauannya yang menyatakan rekurtmen PPPK guru terbuka untuk umum. Hal itu merugikan guru honor yang sudah lama mengabdi. 

Dia meminta kepada pemerintah untuk memprioritaskan guru honor yang sudah lama mengabdi di sekolahnya.

Dan persoalan ini mendapat tanggapan dari DPRD Langkat yang menyatakan akan memprioritaskan guru honor yang telah lama bekerja di sekolahnya. (cbap)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement