Breaking News
Memuat breaking news...

REI Sebut Aksi Mogok Truk Pengaruhi Jasa Kontruksi

Redaksi
Redaksi
Minggu, 24 September 2023 - 8.43 PM WIB
REI Sebut Aksi Mogok Truk Pengaruhi Jasa Kontruksi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada): Aksi mogok kerja massal yang dilakukan oleh supir dump truck dan pengusaha galian C di wilayah Aceh Besar sejak Sabtu, 23 September 2023, mendapat respon dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Aceh.

Ketua DPD REI Aceh, Muhammad Noval, menilai aksi tersebut telah menganggu kegiatan pembangunan perumahan dan konstruksi di wilayah tersebut. Kata dia, kebutuhan pasir untuk pembangunan perumahan dan konstruksi di Aceh Besar-Banda Aceh sangat besar.

Dia mengaku prihatin dengan aksi mogok massal yang berdampak pada keterbatasan pasokan yang telah memicu kenaikan harga pasir. Dia memperkirakan, kebutuhan pasir per hari di Banda Aceh mencapai sekitar 500 truk. Beberapa hari lalu harga material ini masih Rp600 ribu/truk.

Mereka khawatir, kelangkaan pasir sebagai ekses penertiban galian C dan aksi mogok awak angkutan bisa memicu kenaikan harga. “Yang jelas kejadian ini sangat berdampak terhadap proses dan keberlanjutan pembangunan rumah subsidi," ujar Noval kepada wartawan, Minggu (24/9).

Ia menambahkan, aksi mogok massal ini juga berpotensi menghambat target pembangunan perumahan subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, kelangkaan material dikhawatirkan juga berimbas terhadap nasib para pekerja konstruksi yang terikat kontrak dengan pemerintah maupun swasta.

Menurut pengurus REI, kelangkaan pasir sangat memprihatinkan semua pihak. “Teman-teman di dunia konstruksi yang terikat kontrak dengan pemerintah harus mengejar target, harus mengejar waktu. Belum lagi kenaikan-kenaikan harga material. Kasian mereka apabila terhenti pekerjaan," ungkapnya.

Naufal mengaku memahami alasan di balik aksi mogok massal tersebut, yaitu adanya penertiban galian C yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan perizinan. Namun, dia berharap pemerintah bisa lebih arif dan bijak dalam menyelesaikan persoalan ini.

"Kita berharap kepada pemerintah jika ada mungkin pengusaha-pengusaha galian C yang tidak ada izin, mohon dipanggil, bagaimana dimediasi supaya proses perizinannya lebih mudah. Supaya mereka jangan sampai mengurus izin galian C aja mungkin agak sedikit berlarut-larut," tuturnya.

Naufal juga mengingatkan bahwa sektor properti merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar bagi Aceh Besar. Jika sektor ini terganggu, maka PAD juga akan menurun. "Kalau ini terganggu, otomatis kontribusi PAD dari sektor properti di Aceh Besar juga akan mengalami penurunan," katanya.

Karena itu, Naufal berharap agar pemerintah, supir truk, dan pengusaha galian C bisa segera menemukan solusi yang saling menguntungkan. Dia juga mengimbau agar tidak ada aksi-aksi yang bisa menimbulkan konflik atau kerugian bagi pihak lain.

"Kalau memang ada galian C yang tidak ada izin, agar dicari jalan keluarnya. Apakah mereka dikasih waktu, diberikan waktu untuk mengurus perizinan. Saya pikir itu semua ada solusinya. Yang penting ada komunikasi yang baik atau bermusyawarah," tutur Noval. (b04)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement