Breaking News
Memuat breaking news...

Renungan Waktu Dan Kewajiban Insan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 November 2025 - 2.27 PM WIB
Renungan Waktu Dan Kewajiban Insan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh Drs Tgk H Ameer Hamzah

Renungan waktu dan kewajiban insan adalah renungan yang menyerukan umat Islam untuk introspeksi diri mengenai pemanfaatan waktu, berdasarkan Surah Al-'Asr.

1. Tujuan Penciptaan (Fitrah)


Manusia diciptakan hanya untuk menyembah Allah (illā liya‘budūn). Mengenal Allah yang sebenarnya hanya bisa melalui wahyu, bukan hanya berdasarkan kepercayaan Tuhannya orang primitif. Umat Islam harus bersyukur karena diberi wahyu yang mengajarkan keimanan sejati dan jalan menuju Surga (delapan pintu) atau Neraka (tujuh pintu).

2. Peringatan tentang Waktu


Allah bersumpah demi masa (Wal 'Asr), menyatakan bahwa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian (Innal-insāna lafī khusr). Kerugian terjadi ketika waktu dihabiskan untuk urusan duniawi dan melupakan ibadah.

3. Empat Golongan yang Selamat


Manusia yang tidak merugi hanya empat golongan (QS. Al-'Asr ayat 3):
1. Orang yang Beriman: Meyakini enam Rukun Iman. Keimanan ini membedakan muslim dari penganut agama lain yang menolak kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
2. Mengerjakan Kebajikan (Wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti).
3. Saling Menasihati dalam Kebenaran (Wa tawāṣau bil-ḥaqqi).
4. Saling Menasihati dalam Kesabaran (Wa tawāṣau biṣ-ṣabr).

4. Kewajiban Introspeksi dan Salat


Setiap muslim wajib merenungkan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok (akhirat). Waktu diibaratkan pedang (Al-waktu kas-saif): jika tidak dimanfaatkan, waktu akan memotong dan merugikan kita.

Lupa kepada Allah menyebabkan seseorang lupa pada dirinya sendiri dan menjadi fasik. Bentuk lupa diri yang paling nyata adalah meninggalkan salat lima waktu. Salat adalah tiang agama (Imaduddin) yang akan diperiksa pertama setelah kematian, dan ia berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar (tanha 'anil-fahsyā'i wal-munkar).

5. Pelajaran Akhir


• Muawiyah bin Abi Sufyan: Mengajarkan agar amal saleh harus lebih besar daripada kekejaman (kesalahan). Di masa tuanya, ia gigih melaksanakan salat sunah.
• Abu Nawas (Hasan bin Hani): Mengingatkan dengan syairnya: "Sedangkan umurku setiap hari semakin berkurang, dan dosa-dosaku setiap hari semakin bertumpuk. Ke mana aku akan membawa dosa ini?"

Pesan utamanya: Jangan sia-siakan waktu. Gunakanlah lima waktu sebelum datang lima kesempitan (seperti hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit).

Penulis adalah Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh dan Penulis Al-Bayan Harian Waspada

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement