Revitalisasi Satuan Pendidikan Tak Hanya Bangun Ruang Kelas, tetapi Juga Buka Lapangan Kerja


JAYAPURA (Waspada.id): Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Hal itu dirasakan Musa Lokobal, salah satu pekerja tunawicara yang terlibat dalam pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas di SMAN 2 Jayapura, Papua.
Melalui bahasa isyarat, Musa menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat berkunjung ke SMAN 2 Jayapura, Senin (19/10/2026). Kesempatan bekerja dalam program tersebut memberinya penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Pesan Musa diterjemahkan oleh seorang guru. Ia mengungkapkan rasa syukur kepada Abdul Mu’ti dan pihak sekolah yang telah memberinya kesempatan bekerja.
“Karena pekerjaan ini sekarang kami berpenghasilan dan membantu perekonomian keluarga kami,” demikian pesan Musa yang diakhiri dengan gestur hormat.
Abdul Mu’ti merespons ungkapan tersebut dengan hangat. Ia menyampaikan terima kasih sekaligus memberikan semangat kepada Musa agar tetap menjaga kesehatan dan terus bekerja dengan baik.
“Terima kasih Musa. Jaga kesehatan dan terus semangat bekerja,” ujar Abdul Mu’ti.
Revitalisasi Sekolah Buka Lapangan Kerja
Di balik pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas di SMAN 2 Jayapura, program revitalisasi turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk warga asli Papua yang terlibat sebagai pekerja.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, mengatakan sekolahnya menerima bantuan revitalisasi senilai lebih dari Rp2 miliar pada 2026. Melalui optimalisasi anggaran, cakupan pekerjaan diperluas untuk memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran di sekolah tersebut.
Pekerjaan itu meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi empat ruang kelas, serta pengembangan lantai dua untuk tiga ruang kelas.
“Puji Tuhan, kami merasa terharu karena pekerjaan revitalisasi ini dapat membantu dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar yang sebagian besar merupakan orang asli Papua. Musa Lokobal dan buruh lainnya sangat terbantu mendapatkan penghasilan dari pekerjaan ini,” kata Lea.
Kisah Musa memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan gedung dan ruang belajar yang layak. Pelaksanaan program di sekolah juga dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dan membantu menggerakkan perekonomian warga di sekitarnya.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, perbaikan fasilitas sekolah diharapkan dapat berjalan seiring dengan hadirnya manfaat nyata bagi masyarakat yang terlibat dalam proses pembangunan.(id11)
Berita Terkait




















































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda