Breaking News
Memuat breaking news...

Ribuan Mahasiswa Baru UT Jakarta Ikuti OSMB, Rektor Tekankan Pentingnya Belajar Mandiri

Redaksi
Redaksi
Minggu, 26 Juli 2026 - 1.14 PM WIB
Ribuan Mahasiswa Baru UT Jakarta Ikuti OSMB, Rektor Tekankan Pentingnya Belajar Mandiri
Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU), Minggu (26/7/2026) di UTCC, Tangerang Selatan.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TANGERANG SELATAN (Waspada.id): Sebanyak 2.529 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Jakarta mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU), Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal sistem pembelajaran jarak jauh sekaligus membangun kebanggaan sebagai bagian dari perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) berakreditasi unggul.

Kegiatan yang digelar di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, itu dihadiri Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si; Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil, M.M; Kepala Pusat Bisnis dan Investasi Bambang Yulianto, S.T., M.Si, Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Jakarta Selly Anastassia Amellia Kharis, M.Si; Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian UT Jakarta Melisa Arisanty, S.I.Kom., M.Si. jajaran pimpinan, serta sejumlah narasumber.

OSMB dan KU merupakan bagian dari rangkaian Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang dirancang untuk membekali mahasiswa baru dalam memahami sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diterapkan UT. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, sistem pembelajaran UT, registrasi pembelajaran dan ujian, literasi perpustakaan digital, etika dan integritas mahasiswa, serta pemanfaatan layanan digital seperti MyUT dan UT Online. Penguatan karakter juga diberikan melalui materi mengenai peran pemuda dalam pemberantasan korupsi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto mengatakan mahasiswa baru UT kini menjadi bagian dari komunitas akademik yang menjunjung semangat lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat.

Menurutnya, sistem pembelajaran jarak jauh memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun tanggung jawab lainnya. Namun, fleksibilitas tersebut tetap menuntut disiplin, kemandirian, dan komitmen yang kuat untuk mencapai keberhasilan akademik.

Ali juga menegaskan komitmen UT untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, UT memiliki posisi strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membangun masyarakat yang memiliki kemampuan inovasi, adaptasi, dan daya saing tinggi.

“Universitas Terbuka memiliki aksesibilitas yang tinggi bagi seluruh kalangan dan profesi. Kami siap mempercepat akselerasi pendidikan tinggi nasional untuk mendukung peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi dan menyiapkan generasi yang unggul untuk masa depan bangsa,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, sekitar 82 persen mahasiswa UT saat ini berasal dari generasi Z. Menurutnya, karakteristik generasi tersebut membutuhkan sistem pendidikan yang fleksibel karena banyak di antaranya telah bekerja, berwirausaha, maupun menjalankan aktivitas produktif lainnya.

“Generasi Z membutuhkan reskilling dan upskilling untuk meningkatkan kompetensi dan jenjang kariernya. Mereka membutuhkan sistem pendidikan yang mampu mengikuti ritme kehidupan mereka, dan UT hadir menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.

Prof. Ali mengatakan transformasi digital menjadi salah satu kekuatan utama UT. Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan dalam proses admisi untuk membantu verifikasi data, identitas, dan ijazah calon mahasiswa. AI juga mulai digunakan sebagai pendamping tutor dalam proses pembelajaran. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran manusia maupun nilai-nilai integritas akademik.

“AI adalah alat bantu. Yang paling penting adalah integritas akademik. Mahasiswa harus memahami bahwa teknologi digunakan untuk mendukung proses belajar, bukan menggantikan nilai kejujuran dan tanggung jawab akademik,” ujarnya.

Dalam pengembangan institusi, UT menargetkan jumlah mahasiswa mencapai tiga juta orang pada 2050. Target tersebut akan didukung melalui penguatan learning management system, optimalisasi pembelajaran digital, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, pembaruan sarana dan prasarana, penguatan infrastruktur teknologi informasi, serta tata kelola yang bersih dan bebas dari praktik kecurangan.

“Kami ingin kampus yang mendatangi masyarakat, bukan masyarakat yang harus selalu datang ke kampus,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil menegaskan bahwa menjadi mahasiswa UT merupakan pilihan yang patut dibanggakan. Ia menyebut UT sebagai perguruan tinggi negeri dengan kualitas akademik dan tata kelola yang baik serta memiliki pengakuan nasional dan internasional.

“UT adalah kampus negeri yang memiliki kualitas tinggi, tata kelola yang baik, serta pengakuan nasional dan internasional. Karena itu, mahasiswa baru harus bangga menjadi bagian dari Universitas Terbuka Jakarta,” katanya.

Menurut Muzammil, OSMB menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi sistem pembelajaran jarak jauh yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Mahasiswa UT dituntut aktif mengatur waktu, mencari informasi, dan mengelola proses belajarnya secara mandiri.

“Pendidikan di UT menuntut mahasiswa menjadi pembelajar yang aktif. Karena itu, sejak awal mahasiswa harus memahami bahwa keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh kemandirian dan kedisiplinan,” ujarnya.

Muzammil menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan jumlah mahasiswa di wilayah layanan UT Jakarta. Saat ini, UT Jakarta melayani sekitar 100.000 mahasiswa dan menargetkan pertumbuhan hingga mencapai 190.000 mahasiswa.

Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan UT tidak semata-mata diukur dari jumlah mahasiswa maupun lulusan. Lebih dari itu, UT ingin melahirkan pembelajar sejati yang terus mengembangkan kompetensi sepanjang hayat.

“Kami tidak hanya ingin menghasilkan pemegang ijazah, tetapi juga menciptakan learner sejati yang terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ujarnya.

Muzammil menambahkan, keunggulan UT sebagai PTN-BH juga terletak pada sistem pembelajaran yang terstandar secara nasional sehingga mahasiswa di berbagai daerah memperoleh layanan dan mutu pendidikan yang sama.

Melalui OSMB, UT Jakarta tidak hanya memperkenalkan sistem akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan semangat belajar mandiri dan kebanggaan sebagai bagian dari perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang terus berinovasi memperluas akses pendidikan tinggi.

"Dengan semangat pembelajaran sepanjang hayat, pemanfaatan teknologi digital, serta komitmen terhadap integritas akademik, mahasiswa baru UT Jakarta diharapkan tumbuh menjadi generasi pembelajar yang adaptif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," pungkas Muzammil.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement