Breaking News
Memuat breaking news...

Ribuan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Akan Demo DPRA, Tolak Revisi Qanun LKS

Redaksi
Redaksi
Selasa, 23 Mei 2023 - 3.44 PM WIB
Ribuan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Akan Demo DPRA, Tolak Revisi Qanun LKS
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada): Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh akan menggelar aksi ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh, Rabu (24/5/2023).

Unjuk rasa kali ini akan mendatangkan sebanyak 1.000 massa dari UIN Ar-Raniry. Mereka bergerak ke DPRA sekira pukul 09.00 WIB dengan membawa alat peraga seperti toa, spanduk dan sound syistem. “Besok kita akan turun aksi dengan masa sekitar 500 atau lebih banyak lagi,” sebut Koordinator lapangan, Muhammad Afdi kepada Waspada Selasa (23/5/2023).

Dia melanjutkan, aksi ini telah mengantongi surat izin dari Polresta Banda Aceh. Adapun poin tuntutan yang ingin disampaikan saat demo nantinya, lanjut Afdi, pertama massa menolak revisi qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Selanjutnya mereka menuntut agar dipertahankan prinsip syariah di Aceh. Selain itu, massa juga menuntut agar Ketua DPRA Saiful Bahri alias Pon Yaya untuk dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) dan menuntut agar Direksi BSI Aceh dicopot. Terakhir, massa menuntut agar BSI segera memperbaiki perubahan sistem.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, terkait erornya BSI, Ketua DPRA Saiful Bahri mengeluarkan pernyataan dan mewancanakan legislatif agar merevisi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dengan menghadirkan bank konvensional di Aceh. Sehingga steatmen tersebut banyak mendapat respon negatif dari kalangan masyarakat, mulai dari akademisi hingga pemerhati agama. (Kia/b01)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement