Breaking News
Memuat breaking news...

Robot Bawah Air Buatan ITB dan Robomarine Hadir di KSTI 2025

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 9 Agustus 2025 - 10.34 AM WIB
Robot Bawah Air Buatan ITB dan Robomarine Hadir di KSTI 2025
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BANDUNG (Waspada): Indonesia punya potensi besar energi terbarukan dari perairan, namun menjaga keamanan dan kelancaran instalasi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung masih menjadi tantangan. Menjawab hal itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan perusahaan teknologi kelautan Robomarine melahirkan TAMBORA ROV, robot bawah air canggih yang mampu memantau kondisi instalasi energi terbarukan di laut dan danau.


Diperkenalkan pada Konvensi Sains, Inovasi, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Bandung, 7–9 Agustus, TAMBORA ROV dirancang untuk melakukan inspeksi, pemantauan, dan dokumentasi hingga kedalaman 100 meter. Dengan kamera Full HD berputar 180 derajat, empat thruster presisi, lampu LED 1500 lumens, dan mode otomatis kendali arah–kedalaman, robot ini dapat memberikan data visual dan lingkungan secara real time tanpa mengganggu ekosistem perairan.


“Keberadaan PLTS di permukaan air membuat kapal sulit melintas. Dengan TAMBORA ROV, pemantauan bisa dibalik: dilakukan dari bawah air,” ujar Ahmad Mukhlis Firdaus, dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB sekaligus pengembang robot ini.


Selain kabel-kabel bawah air, TAMBORA ROV dapat mendeteksi perubahan kualitas air, sedimentasi, atau potensi gangguan struktural. Inovasi ini membuat proses pemeliharaan PLTS terapung lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.


Kehadiran TAMBORA ROV membuktikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan industri mampu menghadirkan teknologi maritim berdaya saing global sekaligus mendukung agenda transisi energi bersih Indonesia.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement