Breaking News
Memuat breaking news...

RSUD Tgk Chik Ditiro Peninggalan Kolonial Belanda

Redaksi
Redaksi
Kamis, 25 September 2025 - 1.18 PM WIB
RSUD Tgk Chik Ditiro Peninggalan Kolonial Belanda
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SIGLI (Waspada.id): Masyarakat Pidie merasa senang berobat di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie.

Rumah sakit peninggalan kolonial Belanda (AMNO) tahun 1916, banyak diminati masyarakat untuk datang berobat. Pelayanan dokter, perawat dan petugas lainnya sangat baik dan ramah.

Rahmi, 36, salah seorang pasien mengaku dirinya merasa senang dengan pelayanan dokter dan paramedis di rumah sakit milik Pemkab Pidie tersebut. Ia juga mengatakan, kendati dirinya menggunakan BPJS kesehatan saat berobat di rumah sakit tersebut, namun pelayanan kesehatan terbaik tetap diterimanya.

"Semoga RSUD Tgk Chik Ditiro makin maju dan terus meningkatkan pelayanannya kesehatan kepada masyarakat," katanya.

RSUD Tgk Chik Ditiro, sekarang beralamat di Jln Prof A. Majid Ibrahim adalah rumah sakit milik Pemkab Pidie. Sekira tahun 1980, rumah sakit ini bertempat di Gampong Benteng, Kota Sigli.

Rumah sakit peninggalan kolonial Belanda ini sekira tahun 1983, berdasarkan. Crass Program dibangun di atas lahan persawahan seluas 29.649 m2, di Gampong Lampeudeu Baroh, Tijue, Kecamatan Pidie. (id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement