Rudi Alfahri Rangkuti Desak KPPU Usut Tuntas Semen Langka Di SumutRudi Alfahri Rangkuti Desak KPPU Usut Tuntas Semen Langka Di Sumut

MEDAN (Waspada.id): Anggota Komisi B DPRD Sumut dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah I Medan bersama instansi terkait segera mengusut dugaan praktik spekulasi yang diduga menjadi penyebab kelangkaan dan lonjakan harga semen di sejumlah daerah ini.
Rudi mengatakan harga semen di beberapa wilayah, seperti Medan, Deli Serdang, Asahan, dan Tanjungbalai, kini berkisar antara Rp70.000 hingga Rp85.000 per sak. Menurutnya, kondisi tersebut telah membebani masyarakat maupun pelaku usaha konstruksi.
"Saya mendesak KPPU Wilayah I Medan segera mengusut jalur distribusi semen dari pabrik hingga agen. Jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau permainan distribusi oleh oknum tertentu, harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Rudi kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Sebagai anggota Komisi B yang membidangi perdagangan dan perekonomian, Rudi menilai terganggunya pasokan sejumlah merek semen di pasaran perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menghambat aktivitas pembangunan.
Menurutnya, kelangkaan semen tidak hanya berdampak pada masyarakat yang sedang membangun rumah, tetapi juga dapat mengganggu pelaksanaan proyek infrastruktur pemerintah maupun swasta.
Ia menjelaskan, keterlambatan pasokan semen berpotensi menyebabkan pekerjaan konstruksi terhenti, meningkatkan biaya proyek akibat membengkaknya Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta mengganggu arus kas kontraktor. Selain itu, material yang telah terpasang seperti besi tulangan berisiko mengalami kerusakan apabila proses pengecoran tertunda dalam waktu lama.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rudi meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut segera melakukan inspeksi mendadak ke gudang-gudang distributor guna memastikan tidak terjadi penahanan stok.
Ia juga mendorong pemerintah daerah mengambil langkah stabilisasi pasokan melalui operasi pasar apabila diperlukan, serta meminta produsen semen memprioritaskan distribusi ke wilayah Sumatera Utara agar kebutuhan masyarakat dan sektor konstruksi dapat terpenuhi.
"Semen merupakan material penting dalam pembangunan. Karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap stabil sehingga tidak merugikan masyarakat maupun dunia usaha," kata Rudi.
Rudi berharap langkah cepat dari KPPU, Disperindag, produsen, dan aparat terkait dapat segera mengembalikan stabilitas pasokan dan harga semen di Sumatera Utara. (wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda