Breaking News
Memuat breaking news...

Rudi Hartono Bangun: Jangan Pakai Lama Bubarkan BUMN Merugi

Redaksi
Redaksi
Selasa, 22 Maret 2022 - 10.50 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada) : Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun, SE, MAP meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk tidak pakai lama membubarkan BUMN yang merugi.

" Jangan pakai lama bubarkan BUMN merugi, " tegas Rudi Hartono Bangun melalui keterangan tertulisnya yang diterima Selasa, (22/3/2022) di Jakarta, menangapi keputusan Meneg BUMN yang akan membubarkan 7 BUMN yang sudah lama beroperasi dan selalu merugi terus hingga terbebani hutang

Menurut Rudi Hartono Bangun keputusan untuk membubarkan BUMN yang merugi merupakan keputusan yang sudah tepat.

" Dalam mengeksekusi pembubaran BUMN merugi merupakan langkah yang tepat agar jangan jadi beban dan mengerogoti uang negara," tukasnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara III mencontohkan BUMN Merpati, dimana negara harus menggeluarkan dana sebesar Rp 7.2 triliun untuk menghidupkannya lagi.

Untuk apa lagi itu? Kata, Rudi H Bangun, hal itu sama saja membobol uang rakyat untuk menutupi BUMN hidup tapi mati, sebab hanya membayar gaji direksi.

Ada juga namaya industri gelas, tambah Rudi H Bangun, BUMN ini juga hidup, tapi statusya mati sebab beroperasi tapi masih bayar gaji direksi dan karyawan.

' Enak benar nih direksiya.Kalau dibiarkan terus. Ndak kerja tetapi tetap bergaji, negara yang bayar.Jadi memang diperlukan tindakan tegas dalam membubarkan BUMN yang 8 ini jangan ada keraguan Pak Erik, Meneg BUMN untuk membubarkannya. Sbab, makin lama dibubarkan makin banyak uang negara habis," tegas anggota Fraksi Nasdem yang selalu vokal ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, pada Kamis (17/3/2022), memutuskan untuk membubarkan 3 perusahaan milik negara, yakni PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

Selain ketiga badan usaha tersebut, Kementerian BUMN berencana bakal menutup 4 perusahaan pelat merah lainnya.

Adapun empat perusahaan BUMN lainnya yang akan dibubarkan Kementerian BUMN antara lain Merpati Nusantara Airlines, Istaka Karya, PT Kertas Leces dan PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (PANN).

"Jadi yang empat BUMN lainnya pada intinya masih ada proses, apalagi seperti Istaka Karya dan Merpati Nusantara Airlines itu terdapat homologasi. Sedangkan dua BUMN lainnya hanya proses administrasi seperti tiga BUMN yang sudah dibubarkan," kata Erick Thohir dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (17/3/2022). (J05).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement