Breaking News
Memuat breaking news...

Rusia Langsung Serang Ukraina Jika Warganya Dibunuh Di Sana

Redaksi
Redaksi
Selasa, 15 Februari 2022 - 3.18 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada) : Rusia ancam akan langsung menyerang jika ada warga negara mereka yang dibunuh di Ukraina, termasuk di wilayah Donbass. "Kami tidak akan menginvasi Ukraina kecuali bila kami diprovokasi untuk melakukan itu," kata Utusan Rusia untuk Uni Eropa, Vladimir Chizhov pada Selasa (15/2), dalam media lokal RIA, dikutip dari Reuters.

"Jika warga Ukraina meluncurkan serangan melawan Rusia, Anda seharusnya tidak kaget bila kami menyerang balik. Atau, jika mereka mulai membunuh warga negara Rusia secara terang-terangan, di Donbass atau wilayah mana pun."

Wilayah Donbass sendiri merupakan tempat bagi gerakan separatis Ukraina yang didukung Moskow. Kelompok ini sempat mengatakan pemerintahan Kiev sedang mempersiapkan serangan kepada mereka.

Namun, Kiev mengatakan Moskow bersiap menginvasi negaranya, mengingat Rusia telah menempatkan lebih dari 100 ribu pasukan mereka di dekat perbatasan Ukraina.

Selain itu, sejumlah media barat menyampaikan Rusia bakal melancarkan serangan mereka pada Rabu (16/2).

Meski demikian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta seluruh rakyat mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan secara serempak di hari itu.

"Mereka memberitahu kami bahwa 16 Februari akan menjadi hari penyerangan. Kami akan menjadikannya hari persatuan," ucap Zelensky dalam pidatonya melalui sebuah video pada Selasa (15/2).

"Mereka mencoba menakut-nakuti kami dengan menyebutkan tanggal dimulainya aksi militer (Rusia). Pada hari itu, kami akan mengibarkan bendera nasional kami, mengenakan spanduk kuning dan biru (warna bendera Ukraina) dan menunjukkan kepada seluruh dunia persatuan kami," lanjutnya.

Berbeda dengan pemerintah Ukraina yang bersikap lebih santai, Amerika Serikat mengimbau warga negaranya untuk pergi dari Kiev. AS juga menutup kedutaan mereka di kota tersebut.(cnni/m14)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement