Breaking News
Memuat breaking news...

Rusia Mewanti-wanti Risiko Perang Nuklir

Redaksi
Redaksi
Rabu, 25 Februari 2026 - 4.48 PM WIB
Rusia Mewanti-wanti Risiko Perang Nuklir
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Rusia mengeluarkan peringatan tentang risiko pecahnya perang antara negara bersenjata nuklir dan menuduh Ukraina berupaya memperoleh senjata nuklir dengan dukungan Inggris serta Prancis, dalam pernyataan yang dirilis bertepatan dengan empat tahun invasi ke Ukraina pada Selasa (24/2).

"Kami sekali lagi memperingatkan risiko konfrontasi militer langsung antara kekuatan nuklir dan, dengan demikian, konsekuensi yang berpotensi sangat serius," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Badan intelijen luar negeri Rusia (SVR) menyatakan Inggris dan Prancis meyakini Ukraina akan mendapatkan posisi tawar yang lebih menguntungkan jika memiliki "bom nuklir, atau setidaknya apa yang disebut 'bom kotor'". Klaim ini tidak disertai bukti dokumenter.

SVR juga menuduh London dan Paris "secara aktif bekerja" untuk menyediakan senjata nuklir dan sistem peluncurnya kepada Ukraina, sambil membuatnya seolah-olah Kyiv memperolehnya secara mandiri. Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Moskow akan memberi pengarahan kepada Amerika Serikat terkait isu ini, yang dinilai akan berdampak pada pembicaraan yang dimediasi AS untuk mengakhiri perang.

Bom kotor berbeda dengan senjata atom, yaitu perangkat peledak yang dipadukan dengan material radioaktif yang dapat mencemari area luas, tanpa menghasilkan ledakan nuklir besar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Heorhii Tykhyi langsung membantah klaim tersebut, seperti yang dikutip Reuters. "Sebagai catatan: Ukraina sudah berkali-kali membantah klaim Rusia yang absurd seperti ini, dan kami kembali secara resmi menolaknya sekarang," ucapnya.

Pihak Prancis menyebut tuduhan Rusia sebagai "disinformasi terang-terangan", sementara juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan "tidak ada kebenaran dalam tuduhan ini".

Selama ini, Moskow berulang kali memberikan ancaman nuklir terselubung untuk mencegah dukungan keamanan besar kepada Ukraina. Meskipun Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pernah mengkritik keputusan Kyiv pada 1990-an yang melucuti persenjataan nuklir warisan Uni Soviet tanpa jaminan keamanan yang kuat, Ukraina telah menyatakan tidak akan berusaha memiliki kembali senjata nuklir dan tetap menghormati perjanjian internasional.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement