Breaking News
Memuat breaking news...

Safari Wukuf Gratis, Dahnil Anzar Simanjuntak Tegas Berantas Pungli Haji

Redaksi
Redaksi
Senin, 9 Juni 2025 - 3.35 PM WIB
Safari Wukuf Gratis, Dahnil Anzar Simanjuntak Tegas Berantas Pungli Haji
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MAKKAH (Waspada): Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BPJU) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan layanan safari wukuf bagi jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok risiko tinggi (risti) sepenuhnya gratis.

Pernyataan tegas ini disampaikan usai kunjungannya ke hotel transit jemaah safari wukuf lansia di kawasan Aziziyah, Makkah, Sabtu (9/6).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan dan menindaklanjuti dugaan pungutan liar (pungli) yang dilaporkan. Dalam kunjungan yang didampingi Kepala Bidang Layanan Lansia, Disabilitas, dan PKP2JH PPIH Arab Saudi, Suviyanto, Dahnil langsung berdialog dengan para jemaah dan menemukan indikasi pungli untuk layanan safari wukuf dan badal ibadah.

"Safari wukuf itu gratis. Kalau ada yang meminta bayaran, itu artinya bohong dan penipuan," tegas Dahnil. Ia menjelaskan layanan safari wukuf meliputi transportasi dari Arafah, pemulangan ke hotel transit, badal lontar jumrah, dan tawaf ifadah, semuanya tanpa biaya.

Dahnil mengecam keras praktik pungli yang mengeksploitasi jemaah, khususnya lansia yang telah berjuang keras menabung untuk menunaikan ibadah haji.

Ia menegaskan komitmen BPJU untuk memberantas segala bentuk pungli dan memastikan penyelenggaraan haji yang bersih, profesional, dan memuliakan jemaah.

"Tahun depan, penyelenggaraan haji harus bebas dari praktik rente. Ini komitmen kami," tegasnya. Kunjungan ini juga merupakan bentuk pengawasan langsung dan komitmen pemerintah untuk mewujudkan haji ramah lansia. (m33)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement