Breaking News
Memuat breaking news...

Satgas Pangan Polres Tapteng Pantau Stok Dan Harga Beras

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 2 Maret 2024 - 2.27 PM WIB
Satgas Pangan Polres Tapteng Pantau Stok Dan Harga Beras
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPTENG (Waspada): Untuk memastikan harga sembako tetap stabil pasca Pemilu 2024 dan jelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah, Polres Tapteng mengecek stok dan harga beras ke Gudang Bulog Cabang Sibolga.

Ps Kanit Ekonomi Satreskrim Polres Tapteng bersama Plt Kadis Perdagangan Tapteng didampingi pihak Bulog Kantor Cabang Sibolga langsung menuju Gudang Bulog di Sarudik Kabupaten Tapteng, Jumat (1/3).

Kapolres Tapteng, AKBP Basa Emdem Banjarnahor melalui Kasat Reskrim Polres Tapteng, AKP Arlin Harahap mengatakan, dengan adanya kunjungan tersebut, Satgas Pangan dapat memantau langsung kondisi dan stok serta memastikan harga pangan sesuai dengan ketentuan.

Arlin mengatakan, tim akan mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran atau kekurangan dalam distribusi pangan di Kabupaten Tapteng.

"Tadi siang, dari Polres Tapteng bekerja sama dengan Disperindag dan Bulog melakukan pengecekan ketersediaan beras di Gudang Bulog Cabang Sibolga," kata Arlin Harahap, Jumat (1/3) malam.

Kata Arlin, dalam waktu dekat, tim Satgas Pangan Tapteng juga akan melakukan sidak di pasar terkait distribusi dan kondisi pangan menjelang Ramadhan 1445 H.

Selain pengecekan ketersediaan beras, kata Arlin, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk melindungi kepentingan konsumen, mencegah penimbunan atau penyelewengan pangan, dan menjaga stabilitas harga pangan nantinya di pasar tetap stabil.

"Hasil dari pengecekan tadi menunjukkan bahwa stok beras aman di Gudang Bulog Sarudik hingga bulan Ramadham dan hari raya dengan jumlah ketersedian beras medium sebanyak 1.564 ton dan harga eceran tertinggi Rp11.500/Kg, sedangkan stok beras premium 4 ton dengan harga pembelian di Gudang Bulog Rp14.000/Kg," terang Arlin Harahap.

Arlin juga menghimbau agar masyarakat untuk tidak panik dan tidak membeli beras dalam jumlah besar atau ada pedagang yang mencoba menimbun.(chp)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement